

Kepala Perwakilan Bkkbn Papua Sarles Brabar (FOTO: Karel/Cepos)
JAYAPURA-Kepala Perwakilan Bkkbn Papua, Sarles Brabar, mengatakan angka prevalensi stunting di Provinsi Papua saat ini masih 28,6 persen. Dari total yang ada, paling tinggi Kabupaten Supiori, dengan total 40,2 persen, kemudian Mamberamo Raya 40,0 persen, ketiga Kepulauan Yapen dengan total 39, 9 peren. Sementara paling rendah Kota Jayapura dengan total 21 persen, setelah itu ada Kabupaten Sarmi 26,5 persen. “Angka ini setiap tahunnya dinamis, kadang turun kadang naik,” jelasnya di ruang kerja, Senin (7/10.
Sebagai penjabat baru di lingkungan Bkkbn Papua beberapa hal yang dilakukan untuk menekan angka prevalensi stunting di Papua. Salah satunya meningkatkan koordinasi dengan pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota. Itu dilakukan untuk mencapai target nasional yaitu 14 persen.
“Langkah yang kita bangun untuk mencapai target ini, salah satunya mengoptimalkan data di setiap kabupaten/kota,” ujarnya.
Adapun di masa kerja perdananya ini, akan menjajaki kabupaten/kota di Papua. Tujuannya untuk meninjau kerja tim penurunan prevalensi stunting di masing-masing daerah. “Sebagai koordinator, Bkkbn berwewenang untuk mengintevensi kerja-kerja tim di lapangan,” ujarnya.
Page: 1 2
Kejaksaan Negeri Mimika menyita uang tunai sebesar Rp300 juta dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek…
Yotam juga mengaku mengetahui pemerintah telah memiliki sertifikat atas lahan itu melalui informasi yang diperoleh…
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, mengatakan saat ini Kabupaten Jayapura…
Ketua Himpunan Peternak Ayam Ras (HIPAR) Merauke Thomas Kimko, mengapresiasi berbagai program bantuan peternakan ayam…
- Bupati Keerom, Piter Gusbager memastikan bahwa branda Kabupaten Keerom atau kawasan Kampung Yowong, Distrik…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan, melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Markus Axel Panggabean, …