Categories: METROPOLIS

Kok Perubahan Logo PON Seperti Tiba-tiba

Emus Gwijangge ( FOTO : Gamel/Cepos)

JAYAPURA – Perubahan logo atau maskot PON tahun 2020 dari Kanguru menjadi Cenderawasih maupun Kanguru Pohon yang dilakukan secara tiba-tiba  melahirkan pertanyaan dari Wakil Ketua Badan Legislasi DPR Papua, Emus Gwijangge.

 Ia berpendapat logo PON pertama yang ditetapkan sesuai hasil sayembara adalah kanguru dengan posisi menghadap ke kiri dan di bagian perutnya terdapat tiga punggung gunung dengan mentari. Pada bagian mata kanguru ini  berwarna merah putih menunjukkan bendera Indonesia. Namun pada logo yang baru justru berbentuk burung Cenderawasih dan kanguru pohon. 

 “Kalau soal Perda Maskot PON 2020 itu pada tahun 2016 sudah ditetapkan berbentuk kanguru dan itu sudah disepakati hasil dari sayembara dan dananya juga sudah digunakan. Nah kemarin pada peresmian gedung DPRP muncul lagi logo baru yakni Cenderawasih.  Kami bingung kok  ada perubahan dan tidak ada prosesnya,” kata Emus saat ditemui di Entrop, Kamis (8/8)

 Ia menjelaskan bila  ada yang logo baru maka harusnya ada pembatalan atau pencabutan atau revisi Perda lama kemudian dibuatan Perda barunya sebab maskot barunya belum disertai dengan Perda. Hanya tiba-tiba dirubah dan ditetapkan. 

 “Pertanyaannya atas dasar apa logo baru ini dipake sementara yang sebelumnya sudah ditetapkan dan anggaran juga sudah dipakai. Kalau mau merubah ya rubah dulu Perdanya,” tegas Emus. Politisi Partai Demokrat ini menyarankan ketimbang nantinya bermasalah sebaiknya biro hukum menyiapkan drafnya perubahannya kemudian dimasukkan ke Baleg untuk disahkan dalam non APBD bulan  Agustus ini.

 “Yang lamakan sudah lewat sayembara, ada anggaran yang dipakai juga kemudian ada Perdanya. Nah yang baru ini? Jadi biro hukum harus lihat soal – soal ini sebab kami di Baleg baru menerima yang pertama sementara yang perubahan  logo atau maskot ini belum ada,” cecarnya.

 Emus kembali meminta biro hukum segera berkoordinasi dengan panitia PB PON untuk menyiapkan draf perubahannya agar  proses sosialisasinya bisa dimaksimalkan mengingat logo pertama sudah menyebar. “Saran saya seperti itu, tak bisa mendadak dirubah begitu saja,” singgung Emus. (ade/gin)

newsportal

Recent Posts

Kios Klontongan Ludes Terbakar, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta Rupiah

Kios tersebut diketahui milik Subahadir Purwanto (31), seorang kontraktor yang berdomisili di Bupul, Distrik Eligobel.…

13 hours ago

Pemkab Keerom Tertibkan Bangunan di Kawasan Hijau Trans Papua

Pemerintah Kabupaten Keerom mulai mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan permanen maupun semipermanen yang berdiri…

14 hours ago

RD Akui Calon Lawan Sangat Kuat di Playoff

Fase grup kini hanya menyisakan 1 pertandingan, sekaligus menjadi partai penentu puncak klasemen. Persipura akan…

15 hours ago

Masyarakat Sipil Jadi Korban Gas Air Mata

Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan terjadi di kawasan tersebut mengakibatkan aparat kepolisian terpaksa…

16 hours ago

Ricuh di Waena, Tertib Di Abepura

Meski sempat terjadi negosiasi antara demonstran dan pihak kepolisian, namun tidak mendapat titik temu. Aparat…

17 hours ago

Salib Hitam Bentuk Protes Mahasiswa

Kepada Cenderawasih Pos, Lenius selaku Negosiator Somap USTJ mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai…

18 hours ago