Categories: METROPOLIS

BKPP Kota: Kami Sudah Masukkan Data Honorer Sejak April

JAYAPURA- Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Jayapura, Dr Robert J. Betaubun mengungkapkan bahwa Pemkot Jayapura sudah memasukkan tenaga honorer sejak April lalu. Hal ini ditegaskan terkati dengan informasi berita  bahwa Kota Jayapura menjadi salah satu dari empat kabupaten/kota yang belum memasukan data tenaga honorernya yang diajukan untuk diangkat menjadi pegawai negeri.

   “Tadi di pemberitaan harian Cenderawasih Pos, penjelasan (BKN) yang mengatakan Kota Jayapura belum memasukkan data honorer itu tidak benar,” ujar Robert J Betaubun  kepada Cenderawasih Pos, Rabu (08/06).

   Menyikapi informasi itu, pihaknya segera melakukan cross check untuk memastikan hal tersebut. Karena  menurutnya,  BKPP Kota Jayapura sudah menginput data sejak bulan April lalu. “Tadi juga saya sudah minta untuk dikonfirmasi ke ibu kabid di bagian itu. Itu ada kekeliruan informasi, karena kota Jayapura sudah mengajukan sejak di awal bulan April dengan datanya lengkap untuk tahap kedua. Jadi Kota Jayapura sudah mengajukan dan sekarang lagi tahap verifikasi. Jadi ada miss dalam pemberitaan tadi,” jelasnya.

  Atas kekeliruan tersebut, pihaknya meminta pihak BKN untuk segera melakukan klarifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang fatal atas kinerja Kota Jayapura. “Saya sudah menugaskan kabid data dan informasi untuk melakukan cross check lagi ke BKN dan pengakuannya bahwa itu salah informasi. Jadi mudah-mudahan pemberitaan itu bisa segera diklarifikasi secepatnya. Kalau tidak besok ya lusa,” imbuhnya.

  Diketahui sebanyak 3. 134 data honorer sudah dimasukkan ke dalam aplikasi Mempan dan 1.230 ke vervalnya. Sedangkan kuota untuk Kota Jayapura hanya diangka 1.200 tenaga saja. Hal ini dilakukan untuk mempercepat penyelesaian masalah tenaga honorer di Indonesia dan merupakan program dari kementerian sendiri.

 

newsportal

Recent Posts

Pesawat Dibakar, Pilot Ditembak, Pelaku Langsung Berpose

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung…

18 hours ago

Marinus Yaung: KKB Tidak Akan Mendapat Dukungan dan Simpati Asing

Menurutnya para elit politik Papua di wilayah Papua Pegunungan, harus bisa membuka ruang-ruang komunikasi dengan…

19 hours ago

Presiden Perlu Evaluasi Operasi Keamanan di Papua

Menyikapi peristiwa itu, Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengeluarkan pernyataan sikap yang…

20 hours ago

Singgung Demo Ditahan, Konvoi Bola Dibebaskan

Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi setiap institusi penegak hukum. Sekali kepercayaan itu tumbuh, masyarakat…

21 hours ago

Okto Disebut Sebagai Wakil Komandan TPNPB-OPM

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa insiden tersebut bermula…

22 hours ago

Cetak Sawah Baru di Sota Masih Terkendala Penolakan Warga

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Merauke Leo Patria Mogot menjelaskan,   secara…

23 hours ago