Categories: METROPOLIS

Mengenang Gempa Megathrust, BMKG Akui Tidak Bisa Diprediksi

JAYAPURA  – Potensi gempa megathrust di Papua merupakan hasil dari pergerakan alami lempeng Indo-Australia dan Pasifik yang saling bertumbukan di zona subduksi utara Papua. Hal ini telah menjadi fokus pemantauan intensif secara ilmiah oleh BMKG dan lembaga terkait.

   Meskipun secara teori potensi gempa besar itu ada, namun hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi secara tepat waktu dan kekuatan terjadinya gempa.

  “Gempa megathrust pernah terjadi di Biak (1996) dengan kekuatan M 8.2 dan memicu kerusakan serta korban jiwa,” ungkapnya ke Cenderawasih Pos, Senin (07/4).

  Dengan adanya potensi tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik sehingga masyarakat mampu melakukan langkah mitigasi agar mengurangi dampak bencana. Juga sebagai langkah antisipasi agar masyarakat tidak mudah terjerat hoaks.

   “Gempa ini tidak dapat diprediksi, dan tidak berkaitan dengan cuaca ekstrem yang belakangan terjadi di Jayapura,” tuturnya.

  Menurutnya, informasi potensi gempa megathrust yang berkembang saat ini sama sekali bukanlah prediksi atau peringatan dini, sehingga jangan dimaknai secara keliru, seolah akan terjadi dalam waktu dekat.

   “Kepada masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan beraktivitas normal seperti biasa, seperti melaut, berdagang, dan berwisata di pantai. BMKG selalu siap memberikan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami dengan cepat dan akurat,” jelasnya.

   Ada beberapa langkah mitigasi yang perlu diperhatikan oleh masyarakat diantaranya, membangun kesiapsiagaan berbasis pengetahuan, seperti memahami jalur evakuasi, mengikuti simulasi bencana, serta selalu mengakses informasi dari sumber resmi.

  BBMKG Wilayah V terus meningkatkan sistem monitoring seismik dan peringatan dini tsunami di kawasan timur Indonesia, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi kebencanaan agar upaya mitigasi dapat berjalan efektif dan masyarakat tetap tenang, tangguh, dan siap menghadapi potensi bencana secara bijak.

   Pastikan jalur evakuasi di rumah, kantor maupun tempat aktifitas lainnya tidak terdapat penghalang yang dapat mempersulit evakuasi saat terjadi gempa bumi. Membuat rencana kedaruratan untuk level keluarga (Menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, pakaian secukupnya serta makanan instant).(kim/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Golkar Tetapkan Prabowo Sebagai Capres 2029

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menegaskan partainya telah menetapkan sikap untuk mendukung…

4 hours ago

Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur Sebagai Wapres

Menurut Rocky, polemik pendidikan Gibran tidak bisa dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, sikap negarawan…

5 hours ago

KPU dan Bawaslu Dilaporkan ke DKPP

Beberapa poin yang dipersoalkan oleh pelapor terdiri atas proses penerbitan PKPU Nomor 19 Tahun 2023…

6 hours ago

Masyarakat Nafri Tuntut Ganti Rugi Jalan Hamadi–Holtekamp

  Nerlince mengatakan, pembayaran ganti rugi atas lahan tersebut sudah berlangsung beberapa tahun oleh Pemerintah…

11 hours ago

Pembangunan Papua Tak Boleh Abaikan Masyarakat Adat

  Menurut Fakhiri, pembangunan Papua tidak dapat hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi.…

12 hours ago

Tahun Depan Kapal dan Pesawat Harus Masuk Waropen

Menurut Mote, konektivitas menjadi kebutuhan penting untuk membuka akses masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan di Waropen.…

13 hours ago