Categories: PARIWARA

Redam Konflik di Wamena, Bupati Tolikara : Jangan Tumpahkan Darah di Honai Kita Sendiri!

TOLIKARA – Suasana duka dan ketegangan pasca-konflik sosial di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, kini menjadi perhatian serius berbagai pihak.  Di tengah situasi yang memanas, Bupati Tolikara, Willem Wandik,S.Sos tampil menyampaikan seruan damai yang menyentuh hati masyarakat Papua Pegunungan. Dari Karubaga, Jumat 15 Mei 2026, Willem Wandik mengajak seluruh masyarakat untuk menghentikan pertikaian dan kembali merawat persaudaraan yang selama ini menjadi kekuatan Orang Asli Papua.

Dengan suara penuh empati dan ketegasan, ia mengingatkan bahwa Wamena bukan hanya sebuah kota, tetapi rumah bersama bagi seluruh masyarakat Papua pegunungan.

“Wamena adalah honai besar kita bersama. Jangan kita tumpahkan darah di honai kita sendiri,” tegas Willem Wandik dalam pernyataannya.  Konflik yang menyebabkan korban jiwa, pengungsian warga, hingga kerusakan fasilitas tersebut dinilai tidak boleh terus berkembang menjadi konflik antarsuku yang dapat memecah persatuan masyarakat Papua.

Bupati Tolikara Willem Wandik mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh tindakan segelintir oknum. Menurutnya, persoalan yang dilakukan individu tertentu tidak boleh menyeret nama suku maupun kelompok masyarakat secara luas.

“Kalau yang bermasalah hanya beberapa orang, jangan satu suku dibawa ke dalam konflik. Kita semua bersaudara di atas Tanah Papua,” ujarnya.

Sebagai langkah penyelesaian, Bupati Willem wandik mendorong pendekatan damai melalui tiga jalur utama, yakni pendekatan adat dan musyawarah dengan melibatkan tokoh adat, tokoh perempuan, dan pemuda, kemudian pendekatan keagamaan bersama para tokoh gereja dan pemimpin agama, serta pendekatan hukum agar keadilan tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku. Tidak hanya menyoroti keamanan, Willem Wandik juga menegaskan bahwa konflik berkepanjangan akan menghambat pembangunan dan masa depan generasi Papua.

Ia menilai anggaran pemerintah seharusnya diprioritaskan untuk pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat, dan pelayanan dasar, bukan habis untuk menangani dampak pertikaian sosial yang terus berulang.

“Dana pembangunan jangan habis untuk konflik. Kita harus fokus membangun masa depan generasi Papua yang lebih baik,” katanya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

KPK Temukan Potensi Pemborosan Anggaran Rp691,6 Miliar

Maruli mengatakan, praktik transaksional dalam pengisian jabatan harus dihentikan karena telah berulang kali menyeret kepala…

11 hours ago

Pejabat Banyak Korupsi, Mental Dilayani Jadi Satu Biangnya

Fenomena maraknya pejabat publik yang terjerat kasus korupsi dan menghiasi berbagai media massa belakangan ini…

13 hours ago

Tahun Ini Pemprov Siapkan Kapal Subsidi

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Papua, Muflih Musaad, mengatakan pemerintah…

15 hours ago

Nama Asing Dianggap Keren Padahal Identitas Lokal Bisa Jadi Alat Tangkis

Pelan namun pasti pembangunan di Jayapura terus melaku dan kian pesat. Hanya saja di tengah…

17 hours ago

BTM : Kita Tetap Dukung Owen

Ketua umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano mengatakan manajemen menghormati keputusan Owen Rahadiyan yang melepas…

19 hours ago

Persipura Punya Pelatih Baru

Tim Persipura Jayapura sudah dipastikan akan kedatangan pelatih kepala baru. Ini setelah juru taktik musim…

3 days ago