

Garnisun saat patroli sidejumlah titik di Kota Jayapura, Sabtu (15/5) malam. (foto:Takim/Cepos)
JAYAPURA – Tim keamanan terpadu atau Garnisun Kota Jayapura kembali menggelar patroli malam dengan menyisir sejumlah titik rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kota Jayapura, Sabtu (16/5) malam hingga Minggu (17/5) dini hari.
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan sedikitnya 15 botol minuman keras berbagai merek yang ditemukan di sejumlah lokasi patroli. Dari 15 yang diamankan, 10 botol lainya dimusnahkan ditempat. Patroli gabungan dimulai sekitar pukul 21.30 WIT hingga 00.00 WIT dengan rute penyisiran dari wilayah Waena, Distrik Heram hingga kawasan Jembatan Merah Holtekamp yang selama ini kerap menjadi lokasi berkumpulnya warga dan remaja pada malam hari.
Operasi dipimpin langsung oleh Kasat Pol PP Kota Jayapura, Raymond J. W. Mandibondibo bersama puluhan personel gabungan dari unsur Satpol PP, aparat keamanan dan tim penegakan ketertiban lainnya. Dalam patroli tersebut, petugas mendapati sejumlah warga sedang mengonsumsi minuman keras di tempat umum. Lokasi penertiban meliputi kawasan Jembatan Merah Holtekamp, pinggiran jalan, Lapangan Trikora hingga beberapa titik lain yang dinilai rawan terjadi gangguan kamtibmas. Kasat Pol PP Kota Jayapura, Raymond J. W. Mandibondibo mengatakan, patroli rutin dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus menekan peredaran serta konsumsi minuman keras di ruang publik.
“Selain melakukan penyitaan miras, petugas juga memberikan imbauan secara langsung kepada warga yang ditemukan sedang mengonsumsi minuman keras agar tidak lagi menjadikan fasilitas umum atau ruang publik sebagai tempat pesta miras,” ujarnya usai patroli.
Menurut Raymond, aktivitas mengonsumsi miras di tempat umum sangat berpotensi memicu gangguan keamanan seperti keributan, perkelahian hingga tindak kriminal lainnya. Karena itu, pihaknya menegaskan akan terus melakukan pengawasan dan penertiban secara rutin. Suasana patroli di kawasan Jembatan Merah Holtekamp sempat menarik perhatian warga sekitar. Saat tim gabungan tiba di lokasi, sejumlah remaja yang terlihat nongkrong di sisi luar jembatan tampak panik dan berusaha membubarkan diri. Beberapa di antaranya diketahui sedang mengonsumsi minuman keras, sementara sebagian lainnya hanya berkumpul bersama teman-teman mereka hingga larut malam.
Petugas kemudian mendata dan memberikan pembinaan secara persuasif kepada para remaja tersebut sebelum akhirnya meminta mereka membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing. Raymond mengaku prihatin karena dalam patroli tersebut pihaknya masih menemukan banyak remaja bahkan anak-anak yang berada di lokasi hingga tengah malam tanpa pengawasan orang tua. Kondisi itu menjadi perhatian serius aparat karena kawasan tersebut sering dijadikan tempat berkumpul yang rawan terhadap pengaruh miras maupun tindakan negatif lainnya.
“Kami sangat prihatin karena sebagian besar yang ditemukan di lokasi justru masih remaja. Ada yang masih usia sekolah dan berada di luar rumah sampai larut malam. Ini perlu menjadi perhatian bersama, baik orang tua maupun lingkungan sekitar,” katanya.
Page: 1 2
Salah satu sanksi yang berat, yakni menghukum Persipura tanpa penonton dalam laga kandang selama satu…
Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota berhasil mengamankan seorang warga negara asing asal Papua Nugini…
Dalam konferensi pers yang digelar pada, Sabtu (16/5) di Wamena, para mahasiswa menilai konflik tersebut…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, kembali mengingatkan seluruh satuan pendidikan di wilayahnya untuk menerapkan prinsip…
Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri menegaskan komitmennya mempercepat pembukaan akses wilayah terpencil di Papua, khususnya…
LL ditangkap karena diduga memiliki narkotika jenis ganja. Penangkapan tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait…