Dalam kesempatan itu, Bupati Tolikara Willem Wandik juga mengajak masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial. Ia meminta warga tidak menyebarkan informasi bohong atau ujaran provokatif yang dapat memperkeruh keadaan.
Menurut Willem Wandik, setiap nyawa Orang Asli Papua sangat berharga dan tidak boleh dikorbankan karena kebencian maupun ego kelompok tertentu. “Jangan bakar Papua dengan kebencian. Mari jadi pembawa damai bagi negeri ini. Mari kita jaga Wamena, mari kita jaga Papua Pegunungan, mari kita jaga Tanah Papua,” pungkasnya. Seruan damai dari Bupati Tolikara ini diharapkan menjadi titik balik bagi terciptanya rekonsiliasi permanen di Wamena dan seluruh wilayah Papua Pegunungan, demi menjaga persatuan, keamanan, dan masa depan generasi Papua yang lebih damai dan bermartabat. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Vice President Corporate Communications PTFI Katri Krisnati mengonfirmasi penghentian sementara arus lalu lintas darat tersebut…
Selain sesak napas, sejumlah korban juga mengeluhkan pusing. Beberapa korban bahkan mengalami tekanan psikologis…
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan adanya aktivitas yang tidak sesuai dengan izin yang diberikan pemerintah…
Menurutnya, semua pimpinan daerah sudah mengetahui mekanismenya. Apa yang sudah diterima harus dipertanggungjawabkan terlebih…
Pemerintah Kota Jayapura terus memperkuat pelayanan bagi warga terdampak kebakaran yang kini masih berada di…
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo menyebutkan, keempat orang tersebut diduga terlibat…