Untuk itu dinas diharapkan harus menjadi jembatan yang memastikan bahwa lulusan SMK Papua tidak hanya memiliki ijazah, tetapi keterampilan, budaya kerja, dan kesiapan mental untuk bersaing.
Meskipun Papua memiliki tantangan yang cukup kompleks seperti mulai dari letak geografis, logistik, dan fasilitas yang berbeda dari daerah lain. Namun kondisi ini bukan alasan untuk berhenti justru menjadi modal untuk berinovasi.
Hal ini sejalan dengan Visi besar pendidikan kejuruan Papua bukan sekadar menyiapkan lulusan untuk mencari pekerjaan, tetapi memampukan mereka menciptakan pekerjaan.
“Ketika sekolah menjadi pusat produksi, SMK tidak lagi menjadi “tempat belajar”, tetapi tempat tumbuhnya industri kecil baru, pusat inovasi anak muda, dan motor penggerak ekonomi Papua,” pungkasnya. (jim)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Fakhiri menegaskan, penguatan regulasi Otonomi Khusus menjadi penting agar pembangunan di Papua tetap berjalan meski…
Ketiga terdakwa tersebut yakni J. Victor Davis yang merupakan pilot dari pesawat Piper PA 23-250…
Penanganan kasus kerusuhan usai laga Persipura Vs Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, menemukan fakta baru.…
Selasa (12/5) pagi kemarin, layanan posko pengaduan masyarakat di Polres Jayapura terlihat sudah didatangi masyarakat…
Dimana pihak perusahaan telah mendapatkan izin operasional dari pemerintah pusat. Tinggal langkah terakhir yaitu meminta…
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya krusial untuk mengkalibrasi ulang implementasi Otonomi Khusus…