Untuk itu dinas diharapkan harus menjadi jembatan yang memastikan bahwa lulusan SMK Papua tidak hanya memiliki ijazah, tetapi keterampilan, budaya kerja, dan kesiapan mental untuk bersaing.
Meskipun Papua memiliki tantangan yang cukup kompleks seperti mulai dari letak geografis, logistik, dan fasilitas yang berbeda dari daerah lain. Namun kondisi ini bukan alasan untuk berhenti justru menjadi modal untuk berinovasi.
Hal ini sejalan dengan Visi besar pendidikan kejuruan Papua bukan sekadar menyiapkan lulusan untuk mencari pekerjaan, tetapi memampukan mereka menciptakan pekerjaan.
“Ketika sekolah menjadi pusat produksi, SMK tidak lagi menjadi “tempat belajar”, tetapi tempat tumbuhnya industri kecil baru, pusat inovasi anak muda, dan motor penggerak ekonomi Papua,” pungkasnya. (jim)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Menurut Abisai, Kota Jayapura merupakan daerah yang memiliki keberagaman masyarakat, baik dari sisi suku,…
”Dari 100 satwa itu, kami follow up-nya ada 7 orang utan kami sudah lepasliarkan di…
Gedung Putih meluncurkan stasiun televisi baru bernama "Trump TV". Hal ini setelah beberapa media televisi…
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Jefferdian menjelaskan, perkara tersebut berawal dari pembangunan sarana dan prasarana Aerosport…
Anggota Komisi XIII DPR RI Yan P Mandenas, S.Sos, M.Si menyatakan respon cepat yang diambil…
Langkah ini diambil seminggu pasca-insiden penembakan yang menimpa tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian…