Untuk itu dinas diharapkan harus menjadi jembatan yang memastikan bahwa lulusan SMK Papua tidak hanya memiliki ijazah, tetapi keterampilan, budaya kerja, dan kesiapan mental untuk bersaing.
Meskipun Papua memiliki tantangan yang cukup kompleks seperti mulai dari letak geografis, logistik, dan fasilitas yang berbeda dari daerah lain. Namun kondisi ini bukan alasan untuk berhenti justru menjadi modal untuk berinovasi.
Hal ini sejalan dengan Visi besar pendidikan kejuruan Papua bukan sekadar menyiapkan lulusan untuk mencari pekerjaan, tetapi memampukan mereka menciptakan pekerjaan.
“Ketika sekolah menjadi pusat produksi, SMK tidak lagi menjadi “tempat belajar”, tetapi tempat tumbuhnya industri kecil baru, pusat inovasi anak muda, dan motor penggerak ekonomi Papua,” pungkasnya. (jim)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…
ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Dari total 46 lulusan tersebut, tercatat 22 murid berasal dari peminatan IPA dan 24 murid…
SMAN 4 Jayapura mulai mempersiapkan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk Tahun Ajaran 2026/2027…