Untuk itu dinas diharapkan harus menjadi jembatan yang memastikan bahwa lulusan SMK Papua tidak hanya memiliki ijazah, tetapi keterampilan, budaya kerja, dan kesiapan mental untuk bersaing.
Meskipun Papua memiliki tantangan yang cukup kompleks seperti mulai dari letak geografis, logistik, dan fasilitas yang berbeda dari daerah lain. Namun kondisi ini bukan alasan untuk berhenti justru menjadi modal untuk berinovasi.
Hal ini sejalan dengan Visi besar pendidikan kejuruan Papua bukan sekadar menyiapkan lulusan untuk mencari pekerjaan, tetapi memampukan mereka menciptakan pekerjaan.
“Ketika sekolah menjadi pusat produksi, SMK tidak lagi menjadi “tempat belajar”, tetapi tempat tumbuhnya industri kecil baru, pusat inovasi anak muda, dan motor penggerak ekonomi Papua,” pungkasnya. (jim)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Menurut Owen, manajemen memberikan kewenangan penuh kepada jajaran pelatih dalam membangun skuad. “Karena coach punya…
Padahal, Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, sebelumnya telah menegaskan larangan berjualan di pinggir jalan maupun…
Pemeriksaan tersebut akan berlangsung selama kurang lebih 40 hari ke depan. Kepala Badan Pengelola Keuangan…
Kepala Kanwil BPN Papua Roy E.F. Wayoi, mengatakan target tersebut dilaksanakan oleh 12 kantor pertanahan…
Ketua MRP, Nerlince Wamuar, mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh masukan dan saran masyarakat adat yang…
Jika mengacu pada amanat Peraturan Presiden (Perpres) nomor 3 tahun 2018, penjabat Sekda dalam hal…