Categories: METROPOLIS

Debat DPD RI-MRP Dinilai Melenceng dari Substansi Otsus

JAYAPURA-Polemik terbuka antara perwakilan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dan Majelis Rakyat Papua (MRP) dinilai berpotensi mengganggu marwah lembaga serta mengalihkan fokus dari substansi utama Otonomi Khusus (Otsus) Papua.

Ketua Perkumpulan Pengacara Hak Asasi Manusia untuk Papua, Gustaf Rudolf Kawer, menegaskan perdebatan publik yang berkembang saat ini harus segera dikendalikan agar tidak meluas menjadi konflik yang merugikan masyarakat.

“Perdebatan itu sah dalam demokrasi, tetapi tidak boleh keluar dari koridor etika dan kelembagaan. Yang terjadi sekarang mulai mengarah pada narasi personal dan berpotensi memicu perpecahan,” tegasnya, dalam rilisnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (6/4).

Menurut Gustaf, polemik tersebut menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam komunikasi antar lembaga, sekaligus lemahnya fokus pada agenda strategis Papua, khususnya implementasi Otsus.

Ia mengingatkan bahwa Undang-Undang Otsus secara jelas mengamanatkan perlindungan, pemberdayaan, dan pemenuhan hak-hak orang asli Papua. Karena itu, energi para pemangku kepentingan seharusnya diarahkan pada evaluasi kebijakan, bukan konflik terbuka di ruang publik.

“Ketika elit lembaga sibuk berdebat di ruang publik, yang dirugikan adalah masyarakat. Fokus terhadap kesejahteraan justru menjadi kabur,” ujarnya.

Gustaf menilai, perbedaan pandangan antara DPD dan MRP seharusnya diselesaikan melalui mekanisme resmi dan dialog tertutup yang konstruktif, bukan melalui pernyataan terbuka yang berpotensi memicu eskalasi.

Terkait rencana pertemuan antara perwakilan MRP se-Tanah Papua dan DPD RI di Jakarta, ia menekankan forum tersebut harus dimanfaatkan sebagai titik balik untuk meredam polemik.

Ia mendorong agar pertemuan itu difokuskan pada empat agenda utama, yakni evaluasi menyeluruh pelaksanaan Otsus, penguatan perlindungan hak orang asli Papua termasuk aspek adat dan pemberdayaan perempuan, peningkatan sinergi pusat-daerah, serta pembenahan mekanisme komunikasi antar lembaga.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Aktivitas Akademik maupun Administrasi Dihentikan, Fokus Beri Penghormatan Terakhir

   Menjelaskan situasi di lapangan, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi pemalangan, Kamus Bayage, menegaskan bahwa penutupan…

41 minutes ago

Polres Mimika Evakuasi Suami Demerina Uamang ke Timika

Evakuasi dilakukan menggunakan helikopter Polri Bell 412EP nomor registrasi P-3002 yang dipiloti oleh AKBP Asran…

7 hours ago

Razia di Lapas Abe, Sejumlah Barang Terlarang Disita

​   Pantauan di lokasi, kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin langsung oleh Kepala…

8 hours ago

Pencarian Tiga Napi Lapas Abepura Terus Berlanjut

   Upaya pencarian intensif yang dilakukan oleh gabungan personel Lapas dan instansi terkait telah berlangsung…

9 hours ago

Layanan Kesehatan Tetap Berjalan hingga Tanggap Darurat Berakhir

   Penegasan tersebut disampaikan menyusul diperpanjangnya masa tanggap darurat pascakebakaran selama tujuh hari, setelah sebelumnya…

10 hours ago

Dari Jalan hingga Tanah Adat, Papua Minta Perhatian Pusat

Pembangunan Papua masih menghadapi persoalan yang saling berkaitan, mulai dari sulitnya membuka akses antarwilayah, belum…

11 hours ago