Selain itu, ia menilai pentingnya melibatkan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat sipil guna menjaga stabilitas sosial di Papua. Sebagai langkah konkret, Gustaf meminta seluruh pihak menahan diri dan menghentikan pernyataan yang bersifat provokatif maupun personal.
“Jaga marwah lembaga, kedepankan dialog, dan kembalikan fokus pada kerja nyata. Itu yang dibutuhkan masyarakat Papua saat ini,” tegasnya.
Ditambahkan bahwa tanpa kedewasaan dalam berkomunikasi dan komitmen pada kepentingan publik, polemik serupa akan terus berulang dan menghambat upaya percepatan pembangunan di Papua. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Amuk massa yang tak terkendali tidak hanya membuat KD meninggal dunia di lokasi kejadian akibat…
Perjalanan itu dimulai sekitar akhir 2015 hingga awal 2016. Saat itu, Mamik yang masih berprofesi…
Jeda operasi militer ini muncul ketika perang yang semula diperkirakan hanya berlangsung beberapa pekan justru…
Regulasi ini mencabut Peraturan Menteri PANRB Nomor 20 Tahun 2021 yang dinilai sudah tidak sesuai…
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Umum Uncen, Ferdinand Risamasu, menyampaikan bahwa keberadaan unit…
Hanya saja untuk mendapatkan data terkait ini pihak sekretariat nampaknya masih sulit memberikan penjelasan. Meski…