Selain itu, ia menilai pentingnya melibatkan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat sipil guna menjaga stabilitas sosial di Papua. Sebagai langkah konkret, Gustaf meminta seluruh pihak menahan diri dan menghentikan pernyataan yang bersifat provokatif maupun personal.
“Jaga marwah lembaga, kedepankan dialog, dan kembalikan fokus pada kerja nyata. Itu yang dibutuhkan masyarakat Papua saat ini,” tegasnya.
Ditambahkan bahwa tanpa kedewasaan dalam berkomunikasi dan komitmen pada kepentingan publik, polemik serupa akan terus berulang dan menghambat upaya percepatan pembangunan di Papua. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Jika diakumulasikan, jalur SNBP dan SNBT telah meloloskan hampir 2.000 calon mahasiswa. Sementara itu, antusiasme…
Tim Opsnal Polsek Jayapura Selatan bersama Tim Resmob Numbay Polresta Jayapura Kota berhasil mengamankan seorang…
Di Kabupaten Keerom, Tim Khusus (Timsus) Opsnal Satreskrim Polres Keerom pada Senin (8/6) melaksanakan kegiatan…
Penangkapan dilakukan pada Minggu (7/6) di dua lokasi berbeda, yakni di kawasan Batas Kota Distrik…
Dalam operasi tersebut, petugas menemukan sembilan unit truk yang diduga melakukan pelanggaran administrasi kendaraan dengan…
Pemerintah Kabupaten Jayapura menggelar Pasar Murah di Lapangan Upacara Kompleks Kantor Bupati Gunung Merah, Sentani,…