Selain itu, ia menilai pentingnya melibatkan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat sipil guna menjaga stabilitas sosial di Papua. Sebagai langkah konkret, Gustaf meminta seluruh pihak menahan diri dan menghentikan pernyataan yang bersifat provokatif maupun personal.
“Jaga marwah lembaga, kedepankan dialog, dan kembalikan fokus pada kerja nyata. Itu yang dibutuhkan masyarakat Papua saat ini,” tegasnya.
Ditambahkan bahwa tanpa kedewasaan dalam berkomunikasi dan komitmen pada kepentingan publik, polemik serupa akan terus berulang dan menghambat upaya percepatan pembangunan di Papua. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Suasana di lingkungan Lapas Abepura, Kamis (23/4) terlihat lain dari biasannya. Jajaran Lapas Abepura terlihat…
Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT), Ahmad Riza Patria menguraikan sejumlah program…
Untuk itu, Kepala Kakanwil Dijenpas Papua, Herman Mulawarman, menyatakan perang terhadap barang terlarang dan pungutan…
Ketua MRP Nerlince Wamuar menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua, DPR Papua (DPRP), dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menegaskan larangan keras terhadap aktivitas konsumsi minuman keras (miras) di lingkungan…
Kondisi tim lawan dapat dimanfaatkan oleh penggawa Mutiara Hitam untuk misi tiga poin. Persipura wajib…