

Kiri ke Kanan Ketua Komisi Parlemen PNG Bidang Perbatasan dan Keamanan Hon. Belden Namah, MP, Perdana Menteri Papua New Guinea Hon. James Marape, dan Founder YMEP, PLI, dan IUP Samuel Tabuni di Port Moresby PNG, Rabu, (02/11) lalu. (FOTO: IUP for Cepos)
JAYAPURA-Perdana Menteri (PM) Papua New Guinea James Marape mendorong warganya melanjutkan pendidikan tinggi di Internasional University Of Papua, (IUP). Perdana Menteri Papua New Ginea (PNG) James Marape menerima kunjungan dari sejumlah utusan Israel.
Pertemuan ini membahas berbagai hal dalam rangka upaya membangun kerjasama antar negera dalam kaitannya dengan pengembangan teknologi pertanian, pertahanan, keamanan, pertambangan, kelautan dan kebudayaan antara Israel dan PNG.
Samuel Tabuni selaku founder Internasional University of Papua (IUP) menjadi salah satu tamu undangan yang turut diterima PM PNG bersama rombongan utusan Israel. Pertemuan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi PNG seperti Menteri Pertanian, Menteri pertambangan, Menteri Luar Negeri, Menteri Perikanan dan Kelautan dan Anggota Parlemen Dapil Vanimo Green yang juga sekaligus sebagai Ketua Komisi Parlemen PNG Bidang Perbatasan dan Keamanan, Hon. Belden Namah, MP.
Usai pembahasan kerjasama antara Israel dan PNG, James Marape dan Samuel Tabuni membahas mengenai IUP yang telah memulai perkuliahan angkatan pertamanya setelah mendapatkan izin pendirian dari Kemenristekdikti Republik Indonesia Februari lalu di Jayapura.
Dalam pertemuan itu, Marape mengapresiasi Langkah yang ditempuh oleh Samuel Tabuni bersama seluruh tim yang telah berupaya keras membangun universitas bertaraf internasional pertama di Tanah Papua, yang harapannya dapat turut memfasilitasi warga negara PNG yang berada di daerah-daerah perbatasn dengan Indonesia, dalam mengakses pendidikan di Indonesia melalui IUP di Jayapura.
“Respon positif dan dukungan kepada IUP dari PM PNG ini tentu, juga dianggapnya (PM PNG) sebagai sebuah realisasi dari harapan yang ia kemukakan dalam pidatonya Ketika melakukan kunjungan kenegeraan ke Istana Kepresidenan RI Bogor 31 Maret 2022,” kata Samuel Tabuni.
PM PNG juga menegaskan bahwa warganya perlu belajar banyak dari Indonesia, oleh karena itu ia mendorong warganya juga untuk belajar bahasa Indonesia sehingga bisa menempuh pendidikan tinggi di Indonesia termasuk bekerja di Indonesia.
Samuel menyatakan bahwa, ia akan mengirim dan membiayai 50-100 orang anak yang diseleksi dari 3 sekolah yang berada di Vanimo, untuk melanjutkan studi S1 di IUP. Selain itu ia juga berencana mengirimkan dan 25-50 guru muda dari Provinsi West Sepik untuk belajar bahasa Russia di Papua Language Institute (PLI).
“Guna persiapan studi lanjut master dan doktor melalui program beasiswa, program kerjasama Pusat Kebudayaan Rusia di Jakarta dengan PLI untuk tahun 2023 mendatang. Selain itu, ia pun berharap dalam waktu dekat dapat dilakukan MOU antara University of Goroka (UoG) dengan International University of Papua (IUP) untuk program belajar bahasa Indonesia jarak jauh,” katanya. (oel/tri)
Pengawasan dilakukan dengan melibatkan sejumlah instansi terkait, termasuk Pertamina dan Dinas Energi dan…
Menyikapi potensi gangguan keamanan jelang hari kemerdekaan. Pengamanan ketat akan diberlakukan secara menyeluruh, mencakup wilayah…
Danrem 174/Anim Ti Waninggap Brigjen TNI Mustakim, mengingatkan masyarakat Papua Selatan agar lebih bijak menyikapi…
Kemenag kini menghadirkan aplikasi AMAN, aplikasi ini bukan sekadar portal pengaduan biasa. Platform resmi…
Dalam lomba terdapat tiga kategori yang diperlombakan, yakni Tata Kelola SPPG Polri, Inovasi Kepala SPPG…
Pangdam mengatakan serah terima jabatan di lingkungan TNI Angkatan Darat merupakan bagian dari proses pembinaan…