

Komisi IV DPRP Saat Raker dengan Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Papua II, di Kantor BP2P, Rabu (4/6). (foto:Karel/Cepos)
JAYAPURA-Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Papua II, Aleksander Loupulalan, mengungkapkan bahwa salah satu program prioritas mereka saat ini adalah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi masyarakat Orang Asli Papua (OAP). Program ini bertujuan meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni menjadi layak huni.
“Bantuan ini ditujukan untuk mendorong masyarakat memiliki rumah yang lebih layak, sehat, dan nyaman,” ujar Aleksander usai rapat kerja bersama Komisi IV DPR Papua di Kantor BP2P Papua II, Entrop, Kota Jayapura, Rabu (4/6).
Menurutnya, data rumah tidak layak huni akan dikumpulkan oleh pemerintah kabupaten/kota, kemudian dimasukkan ke dalam SIBARU (Sistem Informasi Bantuan Perumahan). Setelah itu, penetapan kuota dilakukan oleh Komisi V DPR RI bersama Kementerian PUPR.
Namun untuk tahun 2025, pihaknya masih belum mengetahui berapa kuota yang akan diberikan untuk Papua. “Saat ini kuota belum ditetapkan karena masih menunggu keputusan DPR RI bersama Kementerian PUPR. Secara nasional, target pembangunan rumah layak huni pada 2025 adalah sebanyak 3 juta unit,” jelasnya.
Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut, Jumat…
Tim Mutiara Hitam wajib mengamankan tiga poin untuk memutus tren buruk mereka di awal musim…
Penganiayaan tersebut diduga dipicu cekcok antara korban dan pelaku berinisial RM (20) dimana pelaku dan…
Sorotan ini menjadi krusial mengingat posisi geopolitik Pasifik dan sensitivitas isu kedaulatan nasional Indonesia di…
Bertepatan dengan peringatan momen bersejarah Perjanjian Roma, yang jatuh, 30 September setiap tahunnya, pihak KNPB…
Dalam reshuffle kali ini, Prabowo melantik sejumlah pejabat untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan. Mereka…