Sementara itu, untuk tahun 2024, Papua mendapatkan kuota lebih dari 2.000 unit rumah. Bantuan tersebut tersebar di beberapa wilayah yakni Kabupaten Keerom, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Kepulauan Yapen. “Kuota ini berdasarkan rekomendasi dari pemerintah kabupaten/kota, dan sebagian besar sudah mulai kami kerjakan,” tambahnya.
Aleksander juga mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program ini. Salah satunya adalah banyaknya masyarakat yang belum memiliki dokumen administrasi seperti KTP, sertifikat tanah, atau Kartu Keluarga yang terpisah.
“Kami sering menemui warga yang sudah berkeluarga, namun masih tercatat dalam KK orang tua. Ini menyulitkan dalam verifikasi penerima bantuan,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah daerah kerap tidak menyerahkan data Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara valid, padahal data tersebut sangat penting sebagai dasar perhitungan besaran bantuan. “Tanpa data yang akurat, kami kesulitan menentukan jumlah dan nilai bantuan yang akan diberikan,” tegas Aleksander.
Kepala Dinas Kesehatan Lanny Jaya, Niel Yigibalom, SKM., M.Si., menyampaikan kondisi tersebut dalam rapat bersama…
Wakil Gubernur Papua Pegununugan Dr. Ones Pahabol, SE, MM menyatakan tak bisa dipungkiri lagi jika…
Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kanwil Papua dan Papua Barat menyiapkan stok beras sebanyak 27.900 ton…
Dia menjelaskan pihaknya berharap fasilitas olahraga yang dibangun menjadi sarana bagi para siswa untuk…
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi Partai Golkar hingga tingkat akar rumput sebagai…
Momen ini menjadi tonggak penting bagi kebangkitan Pramuka di Kabupaten Keerom setelah sempat vakum selama…