Categories: METROPOLIS

Pilkada Papua Diusulkan Lewat DPR

JAYAPURA – Ketua Kelompok Khusus DPR Papua, John Gobay mengungkapkan bahwa ada opsi lain yang bisa dilakukan pemerintah maupun pihak penyelenggara  dalam pelaksanaan Pilkada di Papua.

Jika selama ini dilakukan pemilihan langsung, disini John melihat bahwa peluang untuk dilakukan secara tidak langsung juga ada. Prosesnya lewat sistem Pilkada Asimetris. Kata John, pemerintah juga pernah memikirkan untuk mengusulkan sistem pilkada asimetris.

Ini merupakan sistem pilkada yang memungkinkan adanya perbedaan pelaksanaan mekanisme pemilihan kepala daerah antar daerah. Misalnya karakteristik  tertentu daerah tersebut seperti kekhususan aspek administrasi, budaya, dan faktor strategis wilayah.

“Pilkada asimetris sudah diterapkan di beberapa daerah, seperti Aceh dan Yogyakarta. Pilkada Aceh menyertakan keberadaan partai politik lokal, pilkada di Yogyakarta tanpa pemilihan gubernur, dan Pilkada DKI dengan tanpa pemilihan wali kota maupun bupati,” beber John Rabu (5/6).

Dikatakan bahwa sebelumnya Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan juga mengusulkan agar Pilkada Papua di sejumlah kabupaten di Papua tidak dilakukan secara langsung seperti yang berlaku selama ini. “Menurut saya memang patut dipertimbangkan dan dikaji untuk dicari solusi terbaik tentang model pilkadanya itu, salah satu opsi solusi yang dimaksud Komisioner Wahyu yakni kepala daerah ditunjuk oleh DPRD setempat,” papar Jhon.       

Ditambahkan bahwa dalam beberapa kajian yang dia terima, banyak hasil pilkada langsung justru membuat masyarakat tidak rasional dan menghasilkan pemerintahan yang tidak bagus.

“Belum lagi sejumlah konflik akibat pelaksanaan Pilkada di sejumlah daerah yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Jadi proses Pilkada di Papua sebaiknya dikembalikan ke Dewan Perwakilan Rakyat Papua atau pemilihan secara tidak langsung. Pelaksanaan semacam ini kami pikir jauh lebih aman dibanding yang berjalan selama ini,” saran John Gobay.

Ia mengingatkan bahwa tujuan dari pelaksanaan Pilkada adalah memilih pemimpin untuk membuat rakyatnya sejahtera.  Bukan justru menjadi kekacauan akibat Pilkada. “Selain itu kami pikir biayanya juga akan jauh lebih murah,” tutup Jhon. (ade/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos   

Juna Cepos

Recent Posts

Pelatihan Kakao Perkuat Kapasitas Petani dan Koperasi di Raja Ampat

Sebanyak 19 petani kakao di Kampung Wailebet, Kepulauan Batanta, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya,…

2 hours ago

Bupati Tolikara Pastikan Kesiapan BPL GIDI Pusat di Kanggime

Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, baik pembangunan…

3 hours ago

Ridwan Pimpin PEPABRI Papua, Fokus Perkuat Soliditas dan Kesejahteraan Anggota

Usai terpilih, Ridwan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Musda dan pengurus sebelumnya yang telah membangun…

4 hours ago

Kapal Nelayan Tenggelam di Perairan PNG, 5 Selamat, 2 Orang Hilang

‘’Dari laporan  yang kami terima, 5 ABK dari kapal itu berhasil diselamatkan masyarakat. Sedangkan 2…

5 hours ago

Palang Kantor  Dinkes  Merauke Segera Dibuka

Bupati Merauke Yospeh Bladib Gebze memastikan akses Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke yang saat ini…

6 hours ago

Polisi Ingatkan Pelaku Kriminal, Pilih Bertobat Atau Berobat

Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, menegaskan operasi ini difokuskan pada penindakan tindak pidana 3C,…

7 hours ago