Categories: MERAUKE

Temui Wapres,  MRP Papua Selatan Minta Perkebunan Kelapa Sawit Dievaluasi

MERAUKE– Saat kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia ke Merauke, sejumlah anggota Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Selatan menemui orang nomor satu tersebut. Anggota  MRP Papua Selatan Katarina Mariana Yaas mengungkapkan bahwa saat bertemu dengan Wapres dalam kunjungan kerjanya  ke Merauke pihaknya telah meminta agar izin perkebunan kelapa sawit  untuk segera di evaluiasi.

‘’Selain itu, kuta juga minta agar semua investor yang akan datang maupun yang sudah berada di  Papua Selatan  wajib mentaati dan menghormati  hukum adat setempat,’’ tandas  Katarina Mariana Yaas kepada wartawan di Kantor MRP Papua Selatan, Kamis (06/06/2024).

     Katerina Mariana Yaas menjelaskan bahwa setiap perusahaan yang datang di Papua Selatan wajib melakukan kewajibannya sesuai dengan UU Perkebunan yaitu  20 persen kebun plasma wajib dibangun oleh perusahaan.

Evaluasi tersebut penting untuk dievaluasi. Sebab, jika investasi yang ada di Papua Selatan terkhusus perkebunan kelapa sawit  tidak dievaluasi, bagaimana  untuk membuka lahan pertanian dan tebu seluas 2 juta hektar.

‘’Sedangkan kewajiban perusahaan saja lalai untuk membangun kebun plasma bagi masyarakat pemilik hak ulayat. Dampaknya apa? Banyak tenaga kerja tidak diperlakukan sesuai dengan UU keternagakerjaan. Itu sifatnya kontrak dan tidak pernah diangkat-angkat. Jadi mau pemutusan kerja sesuka mereka. Sepihak lagi dan tidak memenuhi kewajibannya,’’  terangnya.

Selain itu, lanjut  Katarina Mariana Yaas bahwa harapan  masuknya investasi di Papua Selatan ini minimal  memberikan dampak kesejahteraan kepada masyarakat.

‘’Tapi, sampai hari ini  investasi masuk di atas tanah adat tapi masyarakat adat sampai sekarang miskin, kelaparan dan mati diatas tanah adat mereka,’’ katanya..  (ulo)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos   

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Seorang Sopir Maxim Dibekuk Terciduk Jual Puluhan Amunisi

Pelaku yang berprofesi sebagai sopir transportasi online (Maxim) ditangkap di Jalan Manokwari, tepatnya di samping…

21 hours ago

Kasus Pembakaran Anak di Sentani Harus Tuntas

Selain penegakan hukum, pemerintah juga menekankan pentingnya penguatan perlindungan anak dan pola pengasuhan dalam keluarga…

22 hours ago

Tujuh Jadi Tersangka Pembunuhan Pilot AMA

Ketujuh tersangka masing-masing berinisial MB, AB (23), LS (26), DA, NS, KB, dan SP. Seluruhnya…

22 hours ago

Lapangan Terbang Rawan Mulai Didata

Langkah ini diambil sebagai respons cepat pasca-insiden pembakaran pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA)…

23 hours ago

Masyarakat Berhak Tahu Kemana Dana Cadangan Papua Mengalir

Akademisi Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cenderawasih, Yakobus…

23 hours ago

Cafe dan Resto di Holtekamp Jadi Sumber Pajak Menjanjikan

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Jayapura, Rory Cony Huwae, mengatakan penyumbang terbesar penerimaan pajak…

24 hours ago