Di samping itu juga pembangunan Papua harus tetap berakar kuat pada nilai-nilai adat dan kearifan lokal yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat. Integrasi antara agenda pembangunan modern dan sistem nilai lokal merupakan prasyarat agar setiap kebijakan memiliki legitimasi sosial dan diterima secara luas oleh masyarakat.
“Kemajuan tidak boleh menggeser jati diri, melainkan harus memperkuat identitas, martabat, serta kohesi sosial masyarakat Papua sebagai bagian yang utuh dari pembangunan daerah dan nasional,” kata gubernur.
Kata gubernur, perbedaan pandangan merupakan bagian dari dinamika demokrasi, namun seluruh proses harus bermuara pada satu kepentingan bersama, yaitu kesejahteraan masyarakat Papua. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Agen travel haji dan umrah tidak hanya sekadar menjual paket perjalanan, namun juga memberikan berbagai…
Pemulangan ini dilakukan setelah hasil pemeriksaan intensif menyatakan mereka murni warga sipil dan tidak terbukti…
Sementara itu, rute Jayapura-Kasonaweja akan dilayani Cantika Lestari 88 dengan total empat kali pelayaran, yakni…
“Kantor yang saat ini kami gunakan sebagai Mapolda Papua Tengah masih berstatus pinjam pakai dari…
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa digitalisasi saat ini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH mengngatakan , 6 Tim gabungan ini terdiri dari Pemkab…