Categories: METROPOLIS

SDM Minim, Persoalan Dasar Tingginya Angka Stunting

  “Apalagi remaja-remaja ini tidak mendapatkan asupan gisi yang baik. Maka resiko melahirkan anak stunting, dan resiko kematian itu sangat tinggi,” ujarnya.

  Hal lain menyebabkan tingginya stunting di Papua, karena minimnya kesadaran masyarakat dalam mengecek perkembangan kehamilan pada fasilitas kesehatan.

  Padahal ada Posyandu, atau Puskesmas, tapi saat hamil tidak pernah periksa perkembangan bayi, ataupun ikut Posyandu, tapi begitu mau melahirkan baru dibawa ke rumah sakit, hal semacam ini masih menjadi problem utama kita di Papua,” ungkapnya.

   Selain itu, minimnya kesadaran masyarakat akan penggunaan alat kontrasepsi. Padahal pemerintah melalui BKkbn cukup gencar mensosialisasikan itu kepada masyarakat. “Bayangkan baru beberapa bulan stelah melahirkan, lalu hamil lagi, secara medis kesehatan kandungan belum begitu matang, tapi karena tidak menggunakan alat kontrasepsi akhirnya hamil lagi, dan akibatnya banyak yang keguguran dan melahirkan anak stunting,” bebernya.

  Joni mengatakan menyelesaikan  persoalan stunting di Papua, dan 3 DOB membutuhkan koordinasi dan kerjasama antar sektoral. Baik pemerintah, pihak swasta maupun masyarakat.

  Sebab pemerintah pusat telah mengucurkan anggaran yang cukup besar untuk menyelesaikan angka stunting di Papua. Tapi kadangkala bantuan itu tidak tepat sasaran. “Kenapa tidak tepat sasaran karena tidak mempunyai data yang valid, sehingga setiap bantuan yang disalurkan tepat sasaran,” ujarnya.

  Selain itu butuh komitment semua lintas sektoral. Sebab jika hanya mengandalkan satu pihak maka, tidak akan mungkin stunting di Papua menurun. Sementara  intruksi Presiden di tahun 2024 secara nasional angka orevalensi stunting di Indinesia turun menjadi 14 persen.

  “Saya harap semua pihak berkomitment dengan tugas dan perannya masing masing, sehingga tahun 2024 ini angka prevalensi stinting kita di Papua maupun 3 DOB menurun,” pungkasnya (rel/cr-278/tri) )

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com 

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Faktor Ekonomi dan Judi Online Membuat Banyak Pernikahan Pasangan Muda Kandas

Di balik lembaran berkas perkara yang menumpuk, ada kisah-kisah pilu tentang biduk rumah tangga yang…

2 days ago

Polisi Selidiki Pembacokan Sekuriti oleh OTK

Kepolisian Resor (Polres) Mimika tengah menyelidiki kasus penganiayaan berat yang menimpa seorang petugas keamanan swasta…

2 days ago

Mayoritas Pelaku 3C Masih di Bawah Umur

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua selaku Kepala Operasi (Kaops) Sikat Cartenz 2026, Kombes Pol…

2 days ago

Fasilitas Terbatas Hambat Pelayanan Puskesmas Tapormai

elayanan kesehatan di daerah pedalaman Mimika masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan fasilitas dan kebijakan…

2 days ago

Kementan Dukung Pengembangan Lahan Pangan di Kota Jayapura

Pertemuan tersebut membahas rencana pembukaan dan pengembangan lahan pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan…

2 days ago

Daya Tampung SMAN 1 Sentani Terbatas!

Kepala SMA Negeri 1 Sentani, Kelasina Yanggroseray, meminta para orang tua siswa memahami keterbatasan daya…

2 days ago