

Dave Muhaimin (FOTO:Jimi/Cepos)
JAYAPURA -Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua, Dave Muhaimin mengungkapkan bahwa pembangunan Jembatan Merah Youtefa memberikan dampak terhadap kawasan pantai di sekitar jembatan ini, terutama di Pantai Ciberi. Kondisi pantai ini terancam abrasi harus terhantam gelombang maupun arus di bawah jembatan merah.
Pengikisan atau abrasi pantai itu, kata Muhaimin, disebabkan banyak faktor salah satunya adalah efek samping dari pembangunan jembatan merah.
“Memang pembangunan apapun itu akan merubah kondisi alam, ternyata sudah diteliti pilar itu (Jembatan Merah) merubah kondisi mondar-mandirnya arus,” jelasnya kepada Cenderawasih Pos, di kantor BWS, Rabu (3/2).
Oleh karena itu, dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) BWS Papua pata tahun 2025, akan menangani ancaman abrasi pantai Ciberi. “Jadi, sebenarnya di DIPA kita ini tahun 2025 kita mau tangani pantai Ciberi, pantai yang ada di bawah Jembatan Merah,” jelas Muhaimin
Pihaknya merancang untuk membuat perkuatan di tempat itu agar tidak terus terjadi pengikisan. Sebelum kesitu, pihaknya terlebih melakukan perhitungan dan penelitian terlebih dahulu oleh para ahli dari balai teknik Pantai dari pusat.
Page: 1 2
Namanya Hurbianus Mirip. Hurbianus tergabung dalam Kodap III D Dulla tewas dalam operasi gabungan Satgas…
Manusia mungkin hanya mampu menangkap sebagian kecil dari fenomena itu. Namun hakikatnya, seluruh ciptaan berada…
Penjaga sekaligus pemilik Pantai Holtekamp Orgenes Merauje mengaku gelombang tinggi di sepanjang pantai Holtekamp terjadi…
Ratusan nelayan Indonesia atau sebanyak 154 nelayan Indonesia yang ditangkap Otoritas PNG dan Australia dalam…
Namun di balik rutinitas itu, tak ada yang menyangka bahwa hari itu akan menjadi berbeda.…
Di depan sebuah masjid di kawasan Kodam, dua perempuan lanjut usia duduk bersandar. Di sekeliling…