Categories: METROPOLIS

Kejahatan Narkoba Semakin Serius di Papua, Perlunya Pemberantasan Serius

JAYAPURA – Narkotika merupakan permasalahan multidimensi dan sangat kompleks karena berkaitan dengan hukum, keamanan, kesehatan, ekonomi, maupun sosial.

Kejahatan narkotika adalah organized crime, transnational crime, dan bagian dari proxy war yang dapat menghancurkan ideologi bangsa serta ketahanan nasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua, Brigjen Pol Norman Widjajadi kepada wartawan, Selasa (31/12) lalu.

“Perkembangan kejahatan Narkoba semakin mengkhawatirkan di Papua. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya serius dari pemerintah, aparat, dan masyarakat untuk menangani permasalahan ini, ” tegas Norman.

Jelasnya BNNP Papua terus membangun koordinasi dengan pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk pencegahan narkotika melalui, advokasi dengan melibatkan jejaring, supervisi, dan bimbingan teknis, termasuk program “Desa Bersinar”.

Kemudian edukasi yaitu sosialisasi kepada 994.063 orang (masyarakat umum, pelajar, swasta, pemerintah) serta deteksi dini dengan tes urine terhadap 1.805 orang, dengan 32 hasil positif THC/Ganja.

“Selain itu, pelatihan keterampilan seperti membatik juga dilaksanakan di wilayah rawan narkotika, seperti Kelurahan Ardipura dan kelurahan Gurabesi, dengan melibatkan 15 orang masyarakat,” jelasnya.

Norman menambahkan, pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan narkotika di masyarakat. Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan baru, tetapi juga peluang untuk menciptakan kemandirian ekonomi.

Seperti diketahui sepanjang 2024, BNNP Papua telahmengungkapkan 10 kasus narkotika dengan tersangka sebanyak 13 Orang. Adapun barang bukti berupa narkotika berupa ganja seberat 2.585,20 gram, sabu 7,61 gram.

Dalam uapaya penguatan Intelijen, untuk memantau sindikat dan distribusi narkoba. Pendekatan ini menargetkan masalah spesifik seperti penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar dan daerah rawan.

“Saya harap, dengan penguatan intelijen dan kolaborasi yang terus ditingkatkan, kita dapat mempersempit ruang gerak sindikat narkotika dan melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan narkotika,” tutupnya.(kar/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Jembatan Putus, 7 Orang Tewas Tenggelam

Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…

11 hours ago

Kejari Musnahkan Barang Bukti 62 Perkara Inkracht

Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…

12 hours ago

Jumlah penduduk Provinsi Papua Capai 1,074 juta

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…

12 hours ago

Turun ke Lokasi Kebakaran, ABR Pastikan Penanganan Darurat Terpenuhi

Peristiwa kebakaran yang terjadi sekira pukul 15.45 WIT tersebut menghanguskan sedikitnya 10 petak rumah warga.…

13 hours ago

Rupiah Bakal Perkasa Lagi! Bos BI Siapkan 7 Jurus Maut

Langkah-langkah strategis ini telah mendapat lampu hijau dan penguatan langsung dari Presiden. "Kami melaporkan kepada…

13 hours ago

Cegah Bullying dan Rasisme, Sekolah Harus Jadi Tempat Ramah Anak

Komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak ini, diwujudkan Kanwil Ditjenpas melalui kegiatan sosialisasi…

14 hours ago