“Namun bagi kendaraan yang lebih dari dua kali melakukan pelanggaran yang sama, dalam peraturan nanti kita mau dorong untuk langsung di putihkan saja atau dirubah menjadi plat hitam,” lanjutnya.
Mendorong sanksi yang lebih berat ini kata Sitorus didasari oleh banyaknya oknum-oknum sopir angkutan yang tidak patuh. “Seperti yang diarahkan oleh bapa Walikota, bahwa kota ini kita harus tata baik, salah satunya adalah terkait trayek angkutan. Padahal pemerintah sudah bangun terminal tapi tidak dimanfaatkan dengan baik dan benar,” ujarnya.
Kondiswi serupa, kata J. Sitorus, juga terjadi di beberapa titik, misalnya di depan kantor klasis di Kota Jayapura, dimana banyak taksi yang melakukan parkir sembarangan. “Penataan parkir ini sedang kita prioritaskan, karena kerab menjadi biang kemacetan dan membuat jalan jadi sempit,” jelasnya.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menurutnya, timnya masih memiliki celah dalam melakukan transisi menyerang-bertahan. Sehingga ia ingin membenahi dua situasi…
Beberapa rangkuman perjalanan KONI Papua sepanjang tahun 2025, yakni penguatan fondasi melalui perekrutan atlet. KONI…
Haris menjelaskan, khusus untuk persoalan TPP ASN, hal tersebut telah dikoordinasikan oleh Sekretaris Daerah bersama…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menjelaskan bahwa tidak adanya pembayaran TPP pada tahun 2025 disebabkan karena…
Seratusan kasus kekerasan tersebut didominasi peristiwa kontak senjata dan penembakan (serangan tunggal) sebanyak 59 kasus,…
‘’Meski agak jauh dari kita, tapi pertumbuhan awan hujan terjadi di laut,’’ katanya. Sementara di…