

Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kota Jayapura Benny Karubaba (kiri) bersama Komisioner KPU Dessy Fredrica Itaar (tengah) dan Ance Walli, (kanan) memberikan keterangan tentang hasil Coklit Rabu (24/7) kemarin. (foto: Karel/Cepos)
Benny Karubaba (Foto/Dok. Cepos)
JAYAPURA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jayapura memastikan bahwa pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Gubernur dan Wakil Gubernur Papua akan tetap menggunakan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang telah ditetapkan pada Pilkada 27 November 2024 lalu.
Hal ini disampaikan oleh Koordinator Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kota Jayapura, Benny Karubaba, Kamis (3/4) kemarin.
Menurut Benny, meskipun DPT tidak mengalami perubahan, Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) akan disesuaikan dengan data terbaru. Perubahan pada DPTb meliputi pemilih yang pindah masuk ke Kota Jayapura serta pemilih yang pindah keluar dari Kota Jayapura.
Benny menjelaskan bahwa perubahan pada DPTb dilakukan karena pemilih harus mencoblos sesuai dengan domisili mereka.
“Misalnya, saat Pilkada kemarin ada pemilih yang pindah ke Kota Jayapura karena keperluan tertentu, maka mereka memilih di Jayapura. Namun, jika saat PSU pemilih pindahan ini sudah kembali ke daerah asalnya, maka datanya akan dihapus dari DPTb,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pemilih yang kembali ke daerah asalnya tetap akan terdaftar dalam DPT di daerah tersebut. Oleh karena itu, mereka tidak lagi tercatat dalam DPTb di Kota Jayapura.
Page: 1 2
Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…
Kepala Dinas Kesehatan Lanny Jaya, Niel Yigibalom, SKM., M.Si., menyampaikan kondisi tersebut dalam rapat bersama…
Wakil Gubernur Papua Pegununugan Dr. Ones Pahabol, SE, MM menyatakan tak bisa dipungkiri lagi jika…
Momen ini menjadi tonggak penting bagi kebangkitan Pramuka di Kabupaten Keerom setelah sempat vakum selama…
Penertiban dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas penjualan Boplas yang dinilai meresahkan.…
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…