Categories: METROPOLIS

Akhirnya, Lokasi PPI Hamadi Diambil Alih Pemprov

Penertiban PKL dan Parkiran Diharap Beri Kontribusi PAD  Pemprov

JAYAPURA-Setelah belasan tahun Pemerintah Provinsi Papua seperti tidak berdaya untuk mengelola lahan dan tempat Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Hamadi karena dikuasi oknum masyarakat yang mengklaim sebagai pemilik ulayat, akhirnya Pemprov berani ambil tindakan tegas untuk ambil alih.

  Dimana sejumlah lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di kawasan Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, ditertibkan oleh Tim gabungan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi  Papua, Sabtu (1/3).

   Kepala Seksi Kewirausahaan UPTD PPI Hamadi, Frans Reba menyebut penertiban itu dilakukan berdasarkan perintah dari Penjabat Sekretaris Daerah (PJ Sekda) Papua Yohanes Walilo.

  Frans Reba mengatakan penertiban itu dilakukan oleh Tim gabungan dari Bappeda, Satpol PP, Dinas Perikanan Provinsi Papua, hingga Polresta Jayapura Kota. Untuk satu bulan kedepannya UPTD PPI Hamadi itu akan dijaga ketat oleh para petugas keamanan.

   “Penertiban itu dilakukan oleh Satpol PP, Bappeda, Dinas Perikanan Provinsi Papua, hingga Polresta Jayapura Kota, kemudian dibantu oleh Polsek Jayapura Selatan,” ungkap Frans Reba kepada Cenderawasih Pos, di PPI Hamadi, Minggu (2/3) sore.

  Kata Frans Reba pembongkaran lapak PKL tersebut dilakukan setelah pihaknya mengadakan pertemuan sebanyak tiga kali dengan Sekda provinsi Papua untuk dilakukan pengosongan dan penertiban di kawasan itu. Jauh sebelum itu, sekira tiga bulan yang lalu pemerintah provinsi Papua telah mengeluarkan surat peringatan berupa imbauan kepada para pedagang, namun tidak digubris.

Retribusi parkir masuk kawasan PPI Hamadi yang kini ditangani oleh petugas Dispenda dari Pemprov Papua.

   Tak hanya itu, penertiban tersebut juga bertujuan untuk memperluas lahar parkiran di wilayah tersebut, agar pengunjung merasa nyaman sehingga tidak lagi sesak dan macet. Menurut Frans Reba, pengambilan alih kawasan tersebut oleh Pemprov Papua dari pemilik Ulayat dengan tujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini  mengingat PAD Provinsi Papua saat ini setelah pemekaran DOB dan pemangkasan anggaran turun drastis alias kecil.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Alur Perjalanan Dinas DPR Papua Ditelusuri

Kasus yang turut menyeret nama mantan Sekretaris DPR Papua berinisial JJ tersebut kini memasuki tahap…

5 hours ago

SD YPK Elim Wouma Ludes Terbakar

Menurutnya, usai mendapat laporan masyarakat anggorta dari Polres Jayawijaya langsung merespon ke lokasi tersebut dan…

6 hours ago

Napi Tipikor di Lapas Abepura Diperlakukan Sama

  Prinsip kesetaraan di mata hukum dan tata kelola pemasyarakatan menjadi komitmen utama manajemen Lapas…

6 hours ago

Kemarau Panjang Pengaruhi Peningkatan Inflasi di Papua Pegunungan

Badan Pusat Statistik  (BPS) Kabupaten Jayawijaya memastikan musim kemarau panjang sangat mempengaruhi inflasi di daerah.…

7 hours ago

Giliran 330 Guru Non OAP Ditarik dari Distrik-distrik

Kepala Dinas Pendidikan Kaleb Asso S.PD, M.PD menyatakan menyikapi situasi keamanan saat ini di Kabupaten…

7 hours ago

Ratusan Karyawan PT MNM Protes Soal Ketenagakerjaan

Dalam aksi tersebut, para karyawan menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan kondisi ketenagakerjaan di perusahaan.…

8 hours ago