

Momen Abisai Rollo bersama anak-anak saat bermain di pantai Skouw Mabo. (foto: Takim/Cepos)
JAYAPURA-Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo telah membuka ruang terhadap pengembangan sektor wisata yang ada di Kota Jayapura, khususnya yang selama ini masih dikelola oleh masyarakat adat selaku pemilik ulayat.
Lewat Turkam, wali kota sudah membuat suatu komitmen dengan masyarakat adat agar sektor pariwisata dikelola oleh Pemerintah, dan hal ini disambut baik oleh pihak adat.
Plt Sekda Kota Jayapura, Evert N Merauje menjelaskan bahwa ini merupakan suatu terobosan yang strategis yang dilakukan oleh wali kota, karena selama ini hal tersebut masih jadi PR besar Pemkot, khususnya Dinas Pariwisata.
“Dari 14 kampung, ada 3 kampung yang sudah buat komitmen untuk menyetujui agar aset wisatanya dikelola Pemkot. 11 kampung lagi akan kita lakukan hal yang sama dan sejauh ini respon pihak adat sangat mendukung,” ujar Evert saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos di Abepura, Sabtu (31/5).
Terobosan wali kota ini harus bisa diterjemahkan oleh Dinas Pariwisata, agar apa yang sudah disepakati setidaknya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat adat dan juga pemerintah, khususnya pemilik ulayat.
“Harapan kita, Dinas Pariwisata bisa menerjemahkan langkah Bapa Wali kota ini, karena sudah sekian tahun upaya pendekatan yang dilakukan Pemkot tidak membuahkan hasil, ini saat yang tepat kehadiran pemerintah dalam membangun sektor wisata atas kerja sama dengan pihak adat khususnya pemilik ulayat,” tuturnya.
Page: 1 2
Karenanya YKKMP berencana akan memasang baliho hak-hak masyarakat sipil khususnya di Distrik Sinak dan Kembru,…
arga penjualan minyak tanah (Mitan) bersubsidi di tingkat pengecer pada pasaran Wamena semakin meninggi. Sebab…
Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di Jayawijaya kembali terjadi. Kali ini tepatnya di Kampung…
Saat di RSUD Merauke tersebut, para direktur utama rumah sakit tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan…
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan BMKG, sejak pukul 13.00 WIT, hujan dengan intensitas sedang hingga…
Tak hanya di tingkat OPD, rendahnya partisipasi juga terjadi di jajaran wilayah. Dari lima kepala…