Categories: METROPOLIS

Pelaku KDRT Terancam Dipecat

JAYAPURA-Proses hukum terhadap oknum anggota Polisi berpangkat Brigpol berinisial AM yang melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) hingga Kamis (30/5) masih dilakukan penahanan terhadap  pelaku.

   Kasus ini banyak mendapat atensi, apalagi bentuk kekerasa fisik ini diduga sudah sering dilakukan oleh AM terhadap istrinya. Namun yang kali ini terbilang parah mengingat wajah korban babak belur dan mematahkan tiga giginya.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Beny Adi menyampaikan bahwa AM masih diperiksa provost dan jika ada laporan polisi oleh korban, maka AM berpeluang diproses hukum  pidana dan jika ini berlanjut maka pelaku berpeluang untuk dilakukan pemecatan.

   “Ini masih diperiksa apakah cukup di pelanggaran displin atau kena juga di kode etiknya. Semua masih di dalami oleh Provost. Yang jelas ini pasti diproses sebab yang dilakukan adalah kekerasan dan menyalahi,” jelas Beny saat ditemui di Batiqa Hotel, Entrop, Kamis (30/5).

    Beny menyebut bahwa jika dilanjutkan pidana umum maka yang bersangkutan harus dilakukan pemecatan lebih dulu sebelum menjalani pidana. Disinggung soal psikologi personel yang bisa melakukan kekerasan, kata Beny, setelah menjadi polisi memang tidak lagi dilakukan tes kesehatan.

   Tes kejiwaan atau psikolog dilakukan saat proses pertama kali masuk Polisi atau tes kejiwaan maupun psikologi. “Ya bisa saja saat bekerja  semua baik – baik saja dan rajin tapi di rumah ternyata ada masalah jadi tidak terpantau seluruhnya,” imbuh Beny.

    Disinggung soal sanksi yang bakal diterima pelaku AM, kata Beny pelaku tetap berpeluang untuk dilakukan pemecatan, sebab yang dilakukan adalah tindakan tak terpuji dan melawan hukum. “Untuk  ancaman di atas 2 tahun itu bisa dilakukan pemecatan tapi kami akan mengecek soal hasil penyidikannya dulu,” imbuhnya.  (ade/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos   

Juna Cepos

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

2 days ago

Pembangunan Terminal Khusus Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…

2 days ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

2 days ago

Pengukuhan Lembaga Adat Belum Dilakukan

Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…

2 days ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

2 days ago

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 27 Ribu Warga

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…

2 days ago