Categories: METROPOLIS

PGRI Dorong Kepastian Regulasi SE Walikota

JAYAPURA-Dalam rangka pelaksanaan kegiatan perpisahan peserta didik kelulusan siswa-siswi semua angkatan mulai dari PAUD, TK, SD, SMP dan SMA/SMK Tahun 2025 di Kota Jayapura, Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura telah mengeluarkan surat edaran terkait dengan Sekolah dilarang pungut biaya kelulusan siswa termasuk pungutan biaya ujian kepada siswanya.

  Menanggapi hal itu, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengambil sikap. Melalui Ketua umum PGRI Papua Elia Waromi mengatakan, bahwa pentingnya komunikasi yang efektif dan regulasi yang jelas dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura.

  Menurut Elia Waromi, penting untuk menyampaikan sikap kelembagaan terkait dinamika di lapangan menyangkut larangan pungutan dalam proses kelulusan serta penerimaan peserta didik baru (PPDB). Dalam konteks ini, PGRI menekankan pentingnya komunikasi yang efektif dan regulasi yang jelas dari pemerintah.

  PGRI menilai bahwa kekosongan atau ketidakjelasan petunjuk teknis (juknis) berpotensi menimbulkan ketidakpastian di tingkat satuan pendidikan. Dalam situasi demikian, kepala sekolah menghadapi dilema antara tuntutan administratif dan harapan masyarakat, yang bisa berdampak pada stabilitas manajemen sekolah.

  “Oleh karena itu, PGRI Provinsi Papua mendorong Pengurus PGRI Kota Jayapura untuk melakukan koordinasi  besama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura sebagai Dinas Teknis,” kata Elia kepada Cenderawasih Pos, Kamis (1/5).

  Untuk meninjaklanjuti edaran Walikota Jayapura itu, sebagai Ketua PGRI, Elia berharap Pemkot segera menerbitkan juknis yang rinci, aplikatif, dan seragam terkait larangan pungutan, agar tidak terjadi penafsiran ganda di lapangan.

  Tak hanya itu, pihaknya menginginkan pemerintah dalam menyusun aturan tersebut harus melibatkan para pemangku kepentingan pendidikan, Komite sekolah, MKKS, K3SK  termasuk organisasi profesi seperti PGRI Kota Jayapura, dalam proses penyusunan dan sosialisasi kebijakan tersebut.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Pesawat Dibakar, Pilot Ditembak, Pelaku Langsung Berpose

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung…

5 hours ago

Marinus Yaung: KKB Tidak Akan Mendapat Dukungan dan Simpati Asing

Menurutnya para elit politik Papua di wilayah Papua Pegunungan, harus bisa membuka ruang-ruang komunikasi dengan…

6 hours ago

Presiden Perlu Evaluasi Operasi Keamanan di Papua

Menyikapi peristiwa itu, Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengeluarkan pernyataan sikap yang…

7 hours ago

Singgung Demo Ditahan, Konvoi Bola Dibebaskan

Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi setiap institusi penegak hukum. Sekali kepercayaan itu tumbuh, masyarakat…

8 hours ago

Okto Disebut Sebagai Wakil Komandan TPNPB-OPM

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa insiden tersebut bermula…

9 hours ago

Cetak Sawah Baru di Sota Masih Terkendala Penolakan Warga

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Merauke Leo Patria Mogot menjelaskan,   secara…

10 hours ago