

Tim dari Uncen dengan pihak dinas pendidikan dan kebudayaan Kota Jayapura. (FOTO:Robert Mboik/Cepos)
JAYAPURA– Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura telah menyepakati kerjasama dengan Universitas Cenderawasih untuk penerbitan kamus bahasa Skouw. Bahasa Skouw itu meliputi Kampung Skouw Yambe, Skouw Mabo, dan Skouw Sae.
Penandatanganan MoU antara Pemkot Jayapura dan pihak Universitas Cendrawasih melalui FKIP bahasa dan sastra itu sudah berlangsung beberapa waktu lalu. Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Abdul Majid, mengatakan, penerbitan kamus bahasa daerah yang sedang dijalani saat ini, merupakan bentuk konsistensi Pemkot Jayapura dalam pembinaan bahasa dan sastra.
“MoU kamus bahasa ini untuk memastikan bahwa penulisan kamus itu sesuai dengan ketentuan, karena akan di-publish secara terbuka dan menjadi bahan ajar di jenjang sekolah terutama sekolah dasar atau SD. Siapa saja bisa mempelajari bahasa dan sastra Skouw ini,”kata Abdul Majid, Selasa (1/8).
Lanjut dia penerbitan kamus bahasa daerah ini juga sebagai bentuk dokumentasi terhadap bahasa yang dibuat dalam bentuk kamus dan ini merupakan salah satu cara yang dianggap baik untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam melakukan pelestarian terhadap bahasa daerah di kota Jayapura.
“Kami berusaha untuk melestarikan bahasa menggunakan bahasa masing-masing dalam kehidupan sehari-hari, sehingga bahasa ibu ini tidak punah,”bebernya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Grace Linda Yoku, mengatakan penulisan kamus bahasa Skouw sebagai upaya mempertahankan bahasa daerah di tengah-tengah kemajuan zaman saat ini.
Karena itu, kata dia, Dinas Pendidikan harus cepat mengambil langkah untuk melestarikan budaya terutama bahasa daerah supaya tidak punah dan generasi berikutnya masih bisa mengucapkan bahasa mereka sendiri. “Jadi, kami harus cepat untuk melestarikan agar jangan sampai bahasa ini punah,” ujarnya.
Pihaknya menargetkan, 800 kata dan dokumen digital dalam bentuk flashdisk. Bahasa Skouw ini termasuk bahasa yang sulit dalam penyebutannya dan selama ini belum ada tulisan yang dibuat secara lengkap tentang bahasa Skouw. Sehingga inilah cara yang paling tepat yang dilakukan oleh pemerintah untuk mempertahankan bahasa daerah itu.(roy/tri)
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…