Diakui dari asil pemeriksaan tersebut, terdapat sejumlah catatan yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Jayapura, di antaranya kesalahan penganggaran, persoalan aset daerah lama, kelebihan volume pekerjaan pada beberapa OPD, serta pengelolaan retribusi pasar yang dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Ada beberapa komponen yang menjadi catatan bagi kami, seperti kesalahan penganggaran, persoalan aset yang merupakan aset lama, kemudian kelebihan volume pekerjaan dari beberapa OPD, serta retribusi pasar yang memiliki potensi PAD,” tambahnya.
Dengan capaian opini WTP ke-13 kali secara berturut-turut, Pemerintah Kota Jayapura menunjukkan konsistensi dan komitmennya dalam mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, efektif, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
"Pengawasan tersebut dilakukan agar seluruh program berjalan sesuai sasaran, tepat waktu, dan benar-benar memberikan…
Ini bukan kali pertama Alfredo dan Andri bekerjasama. Keduanya bahkan sudah sama-sama sudah menjadi pelatih…
Kepala BPKAD Kota Jayapura, Desy Wanggai, mengatakan secara umum pengelolaan aset kendaraan di lingkungan…
Sementara suplay air yang diharapkan dari Sungai Maro belum dapat dilakukan secara optimal dikarena saluran…
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua, Jimmy A.Y. Thesia, mengatakan seluruh…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan dalam pelaksanaan pengecekan CASN yang berjumlah 800 orang…