

Ledung (foto:Sulo/Cepos)
Penanganan Saluran Irigasi Dinilai Lambat
MERAUKE – Musim kemarau yang sedang berlangsung saat ini menyebabkan petani di Merauke mulai kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawah mereka.
Sementara suplay air yang diharapkan dari Sungai Maro belum dapat dilakukan secara optimal dikarena saluran drainase atau pengairan yang ada belum sepenuhnya dinormalisasi. Akibatnya, ratusan hektar tanaman padi petani di SP 4 dan SP 8 Tanah Miring, Kabupaten Merauke terancam gagal panen jika dalam 2-3 kedepan saluran drainase tidak segera ditangani.
Atas kondisi tersebut, Ketua Kelompok Petani Pemakai Air (P3A) Tanah Miring Ledung meminta pemerintah segera melakukan normalisasi drainase yang ada. “Kalau dalam satu sampai dua hari ini tidak tertangani, sekitar 800 hektare lahan padi bisa gagal panen karena kekurangan air,” kata Ledung kepada media ini, Selasa (21/7).
Ledung menjelaskan, Balai Wilayah Sungai (BWS) telah merespons hasil rapat dengan bupati Merauke beberapa waktu lalu dengan mengirimkan satu unit ekskavator ke lokasi. Namun, menurutnya, proses penanganan masih berjalan lambat sehingga belum mampu mengatasi persoalan secara optimal.
Penanganan yang lambat tersebut dikarenakan BBM yang akan digunakan alat berat tersebut sudah habis. Kebutuhan BBM diperkirakan mencapai sekitar 2.000 liter, sementara yang tersedia baru sekitar 400 hingga 600 liter. Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar 1.600 liter agar pekerjaan dapat berjalan maksimal.
‘’Sekarang alat berat terparkir saja di lokasi karena BBM tidak hanya. BBM 400 liter yang sebelumnya dibawa ke sana sudah habis,’’ katanya.
Dijelaskan, pengadaan BBM selanjutnya masih terkendala proses administrasi karena memerlukan surat rekomendasi. Hingga kini, koordinasi dengan dinas terkait dinilai belum memberikan kepastian sehingga kebutuhan operasional di lapangan belum sepenuhnya terpenuhi. ’Saya pikir sangat berat kalau kebutuhan BBM tersebut akan dibebankan kepada petani. Mestinya, dari pemerinta,’’ katanya.
Karena itu, lanjutnya, persoalan tersebut membutuhkan dukungan dan tanggung jawab pemerintah agar petani dapat tetap menjalankan aktivitas pertanian tanpa tambahan beban.
Sebagai pengurus Kelompok Petani Pemakai Air, ia mengaku memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan kebutuhan air bagi petani dapat terpenuhi. Karena itu, ia berharap seluruh pihak segera mengambil langkah nyata agar perbaikan saluran irigasi dapat diselesaikan sebelum dampaknya semakin meluas. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Kepala BBPOM Jayapura, Herianto Baan menegaskan bahwa langkah tegas ini diambil bukan semata-mata untuk…
Abisai menjelaskan, rapat tersebut merupakan tindak lanjut atas kelebihan salur dana kampung yang bersumber…
Ketua Kafilah MTQ Kota Jayapura, Abdul Majid, mengatakan proses pembinaan peserta dilakukan secara berjenjang…
Pemulangan personil Satgas Pamtas RI-PNG dari Yonif 711/RKS Palu dan Yonif 743/PSY Kupang menggunakan KRI…
Menjawab dahaga panjang reformasi peradilan tersebut, pemerintah secara resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor…
Menurut Andri, pelatih sebelumnya Rahmad Darmawan tampil cukup baik musim lalu. Mengantarkan Persipura hingga babak…