Lanjut Hans, namun semua itu diperlukan kerja sama dari semua OPD di lingkungan Pemprov Papua. “Strategi yang harus dilakukan adalah bekerja sama dengan badan keuangan daerah. Artinya, jika mereka tidak mencapai target retribusi maka dimungkinkan tidak harus ditambah dananya. Sehingga semua OPD penghasil harus ikut bekerja, sebab kita sudah tidak bisa berharap dari mana lagi,” terangnya.
Hans optimis tersisa dua bulan di tahun 2024 pihaknya masih bisa mencapai target, itulah sebabnya pihaknya mengumpulkan 8 Samsat untuk mensinergikan hal-hal apa yang menjadi kendala di lapangan.
“Tahun lalu, dari 8 Samsat di Papua, hanya dua Samsat yang tidak mencapai target. Meski demikian kita melebihi target. Sebab, ada Samsat lainnya yang melebihi target sehingga bisa menutupi dua Samsat itu. Dan tahun ini kita optimis akan mencapai terget,” kata Hans.
Sementara itu, berdasarkan data Bappenda Papua. Realisasi pendapatan setelah perubahan target periode Oktober 2024 mencapai 81,94 persen atau setara Rp 563,4 miliar dari target Rp 687,6 miliar. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kasus pembacokan yang terjadi di pertengahan Jalan Kampung Dagimon ini sempat menggegerkan warga Kota Kepi.…
Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Jayapura menunjukkan…
Pemerintah Kabupaten Keerom berkomitmen untuk melakukan pembersihan internal terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang terbukti…
Aksi demo yang digalang oleh beberapa organisasi mahasiswa Papua Pegunungan untuk menolak militer non organik…
Polres Mimika memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 155,64 gram pada Senin, (27/4). Kristal…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC). Jhon Tabo, SE, M.B.A mengakui Musrenbang tingkat Provinsi Papua Pegunungan…