Categories: METROPOLIS

Lima Daerah di Papua Cakupan Imunisasi Masih Rendah

JAYAPURA – Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua, terdapat lima daerah di Bumi Cenderawasih yang cakupan imunisasi nOPV2 masih rendah. nOPV2  atau Novel Oral Polio Vaccine type 2 adalah vaksin polio generasi baru yang digunakan untuk mencegah penyakit polio tipe 2.

   Lima daerah itu yakni Kota Jayapura, Mamberamo Raya, Kepulauan Yapen, Kabupaten Supiori dan Kabupaten Jayapura. (Data selengkapnya lihat tabel)

   Plt. Kepala Dinas Kesehatan Papua, Dr. dr. Arry Pongtiku, MHM, MBA menerangkan ada beberapa faktor penyebab cakupan imunisasi nOPV2 masih rendah di lima daerah tersebut, di antaranya penginputan data, faktor geografis, ada  juga yang sudah diberikan tetesan vaksin polio, namun belum dilaporkan.

  “Belajar dari pengalaman sebelumnya, baik saat Covid-19 dan imunisasi. Banyak kasus yang sudah ditetes namun belum dilaporkan, sebab sistem pelaporan sekarang bukan hanya manual  melainkan juga melalui digital aplikasi. Terkadang, kabupaten/kota kesulitan menginput data secara konsisten,” kata dr Arry kepada Cenderawasih Pos, Rabu (30/10).

   Terkait dengan input data ini, dr Arry mengaku saat ini Dinkes Papua bersama dengan mitranya di antaranya WHO, Unicef dan lainnya turun ke kabupaten/kota untuk mendampingi penginputan data tersebut. Termasuk melakukan sweeping di Puskesmas.

   “Jadi cakupan imunisasi yang rendah juga bisa dipengaruhi penginputan data. Selain itu, ada beberapa kabupaten mengeluh lantaran target yang diberikan tidak sesuai dengan data Pusdatin Kemdikbudristek,” ucapnya.

   Faktor lain rendahnya cakupan imunisasi nOPV2 di lima daerah tersebut lantaran letak geografisnya, dr Arry mencontohkan di Kabupaten Mamberamo Raya sulit diakses. Belum lagi antara perkampungan sati dengan perkampungan lain saling berjauhan di daerah tersebut.

   “Dengan adanya perpanjangan waktu, kami harap cakupan imunisasi nOPV2 di Papua semakin bagus dan bahkan bisa warna hijau. Sebab, pencapaian kita belum memenuhi target 90 persen,” kata dr Arry.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Banyak Guru Belum Nikah, Pemkab Merauke Akan Gelar Nikah Massal

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke Romanus Kande Kahol mengatakan, salah satu alasan nikah…

6 minutes ago

Materi LKPJ Harus Berbobot dan Bisa Dipertanggungjawabkan

Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Jayapura resmi membuka Rapat Paripurna Istimewa Masa Persidangan II Tahun…

36 minutes ago

Kejar Target Serapan Anggaran, Bupati Mimika Segera Evaluasi Alotnya Proses Tender

Memasuki semester kedua tahun anggaran 2026, Bupati Mimika Johannes Rettob memberikan atensi khusus terhadap proses…

1 hour ago

IPM Kota Jayapura 2025 Meningkat, Angka Kemiskinan Juga Naik

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo melalui Wakil Wali Kota, Rustan Saru, memaparkan berbagai capaian pembangunan…

2 hours ago

Kemenkes Gandeng Enam Provinsi di Tanah Papua Percepat Eliminasi TBC dan Malaria

Ia menyebutkan, Indonesia saat ini menempati posisi kedua dengan kasus TBC terbanyak di dunia. Sementara…

2 hours ago

Pendataan 2.500 Rumah Bantuan Pusat Dipercepat

emerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat pendataan penerima program…

3 hours ago