Meski demikian Juliana mengaku semua tak lepas dari peran dua faktor. Pertama atas restu Tuhan dan kedua dukungan staf serta keluarga. “Saya juga tak tahu, tiba – tiba dihubungi untuk menerima penghargaan tersebut. Cuma saya tidak datang, karena masih ada agenda jadi diwakili staf,” kata Juliana di ruang kerjanya, Senin (30/10).
Baginya ini penghargaan merupakaan kebanggaan lembaga terutama kesekretariatan. Sebab dirinya yang mengkooordinir sedangkan stafnya yang berjibaku. “Kalau kerja sendiri tentu tidak mungkin, tanpa dukungan sfat saya pikir tidak bisa. Kegiatan di kantor maupun di luar semua berkat dukungan staf juga,” imbuhnya.
Soal wanita inspiratif dikatakan bisa jadi karena ada pekerjaan yang harus diemban seorang pria ternyata bisa dilaksanakan. “Saya biasa kerja professional dan kalau ada yang tidak beres kalau bisa saya kerjakan langsung saya kerjakan, tidak perlu menunggu,” tutupnya. (ade/tri)
Page: 1 2
Di Papua, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day setiap 1 Mei tidak hanya menjadi…
Pernyataan tersebut menjadi pembuka dari sederet kebijakan dan program yang diklaim akan meningkatkan kesejahteraan pekerja…
Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya melalui Komis C melakukan Sidak ke Dinas Sosial untuk…
Setahun berikutnya, ia menuntaskan S2 di jurusan Informatika dari kampus yang sama pada 2013. Sejak…
Aviasi Penerbangan Trigana Air Service saat ini sedang melakukan efisiensi biaya operasional penerbangan yang cukup…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan menggandeng Global Green Growth Institute (GGGI) dan para pemangku kepentingan…