Categories: METROPOLIS

Dishut Papua Dorong Pengembangan Hutan Kampung

JAYAPURA–Kelompok Kerja Percepatan Perhutanan Sosial (Pokja PPS) Provinsi Papua tahun 2026 menggelar rapat koordinasi guna memperkuat sinergi multipihak dalam mendorong akselerasi perhutanan sosial yang inklusif dan berkelanjutan menuju Papua Cerah. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Ultima Entrop, Kota Jayapura, Senin (30/3).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Yakonias Maitindom, mengatakan rapat ini bertujuan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan perhutanan sosial yang telah berjalan, sekaligus menyusun peta jalan (roadmap) pengembangannya ke depan.

“Tujuan besar kita adalah melakukan review terhadap proses perhutanan sosial di Papua, kemudian menyusun roadmap agar pelaksanaannya lebih terarah dan berdampak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 47 unit perhutanan sosial di Papua yang telah memiliki surat keputusan (SK), namun baru sekitar 15 yang aktif dan tersebar di sejumlah kabupaten/kota.

Menurutnya, penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan sangat diperlukan agar program perhutanan sosial dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

“Perhutanan sosial ini kita dorong pada hutan desa atau hutan kampung, termasuk hutan kemasyarakatan yang dapat dikelola langsung oleh masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Yakonias menekankan pentingnya penguatan kelembagaan masyarakat serta pengakuan terhadap hutan adat sebagai dasar utama pengembangan perhutanan sosial. Hingga kini, tercatat sekitar enam hutan adat di Kabupaten Jayapura, namun belum dimanfaatkan secara optimal karena minimnya identifikasi potensi.

“Kita perlu identifikasi secara jelas potensi di dalam hutan adat, apakah itu kayu, rotan, atau jasa lingkungan, sehingga bisa dikembangkan dan memberi nilai ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

9 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

17 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

18 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

20 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

21 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

22 hours ago