Categories: METROPOLIS

Kesadaran Ikut Uji KIR Sangat Rendah

Ada Angkot Usia di Atas 30 Tahun Masih Beroperasi

JAYAPURA-Pemerintah telah menggratiskan biaya admistrasi pengujian kendaraan bermotor (KIR), meski begitu kebijakan itu ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap para pemilik kendaraan bermotor jenis angkutan kota (angkot), untuk datang di UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor   di Waena, Distrik Heram.

   “Kalau mau dibilang kesadaran masyarakat untuk datang ke sini untuk mengikuti pengujian kendaraan bermotor itu sangat kurang sekali. Apalagi mobil angkutan umum seperti taksi-taksi kota ini,” kata kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Kota Jayapura, Yan Denis Rirky Tasik, Kamis (30/1).

  Sementara ini yang paling banyak untuk datang mengikuti pengecekan atau pengujian kendaraan itu adalah kendaraan-kendaraan milik perusahaan seperti truk. Untuk kendaraan angkutan umum itu selalu mengikuti Kir  apabila ada penindakan dari Dinas Perhubungan Kota Jayapura.

   “Kalau tidak mereka tidak akan datang atau mereka datang itu pada saat mau perpanjangan izin trayek itu 1 tahun sekali. Padahal pengujian kir itu rutin dilakukan 6 bulan sekali,” ujarnya.

   Ada beberapa jenis pengecekan yang dilakukan mulai dari pengecekan rem kendaraan, kemudian kondisi ban kendaraan, lampu dan body kendaraan. Beberapa angkutan kota yang mengikuti Kir seringkali kedapatan adanya kerusakan atau ketidak kelayakan pada body kendaraan. Misalnya mengalami keropos pada bagian dasar mobil.

   “Biasanya kami minta perbaiki minimal dilas ditutupi. Tetapi mereka selalu beralasan tidak ada uang padahal jalan setiap hari. Ini kan demi keselamatan masyarakat apalagi mereka melayani penumpang,” imbuhnya.

   Menurut Denis, uji KIR  setiap kendaraan itu sangat penting, karena itu berkaitan dengan keselamatan baik pengendara maupun penumpang. Khusus untuk angkutan kota sebagian besar kendaraan yang ada saat ini memang dalam kondisi layak antara 60 sampai 70%. Sementara sisanya dalam kondisi yang tidak layak bahkan usia kendaraan sudah mencapai di atas 30-an tahun. “Ada kendaraan angkot yang dari tahun 1995 atau 1996 “ujarnya.(roy/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Pemkab Keerom Tertibkan Bangunan di Kawasan Hijau Trans Papua

Pemerintah Kabupaten Keerom mulai mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan permanen maupun semipermanen yang berdiri…

11 hours ago

RD Akui Calon Lawan Sangat Kuat di Playoff

Fase grup kini hanya menyisakan 1 pertandingan, sekaligus menjadi partai penentu puncak klasemen. Persipura akan…

12 hours ago

Masyarakat Sipil Jadi Korban Gas Air Mata

Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan terjadi di kawasan tersebut mengakibatkan aparat kepolisian terpaksa…

13 hours ago

Ricuh di Waena, Tertib Di Abepura

Meski sempat terjadi negosiasi antara demonstran dan pihak kepolisian, namun tidak mendapat titik temu. Aparat…

14 hours ago

Salib Hitam Bentuk Protes Mahasiswa

Kepada Cenderawasih Pos, Lenius selaku Negosiator Somap USTJ mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai…

15 hours ago

Buron Selama 4 Hari, Pelaku Aniaya Kepsek di Mappi Akhirnya Diringkus

Kasus pembacokan yang terjadi di pertengahan Jalan Kampung Dagimon ini sempat menggegerkan warga Kota Kepi.…

16 hours ago