Categories: MIMIKA

Pelayanan Kesehatan di Distrik Alama Belum Maksimal

MIMIKA – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra mengatakan, rencananya di tanggal 2 dan 3 September 2024 akan digelar rapat koordinasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama yang ada di wilayah Alama, Jila, Jita, Tsinga, dan Arwanop untuk mendapatkan masukan strategi pelayanan kesehatan.

Reynold menyebut, ini dilakukan buntut pembunuhan pilot asal Selandia Baru Glen Malcolm Conning di Distrik Alama yang mengakibatkan pelayanan kesehatan di Distrik Alama belum maksimal.

Selain Alama, pelayanan di beberapa distrik lainnya yang disebutkan di atas turut terdampak peristiwa tragis itu. “Tentu saja hari ini pelayanan di sana belum berjalan maksimal,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (28/8/2024).

Kata Reynold, pihaknya telah meminta petugas kesehatan Puskesmas Alama, Jila, Jita, Tsinga, dan juga Arwanop untuk memperkuat pelayanan di wilayah kota.  Hal itu karena masyarakat di lima puskesmas wilayah gunung tersebut banyak yang kini tinggal di daerah kota.

Beberapa diantaranya tinggal di Jalan Pisang, beberapa di Kampung Mandiri Jaya. Banyak juga yang tinggal di Jalan WR Soepratman (Jalan Petrosea).  “Itu sebenarnya pendekatan-pendekatan yang kami lakukan,” katanya.

Sebelumnya, terkait pelayanan kesehatan di Alama, Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua Frits Ramandey mengatakan Puskesmas di Alama rata-rata per hari melayani sekitar 50 warga.  Menanggapi hal itu, Reynol Ubra menjelaskan bahwa data dari tahun 2022 hingga 2023 jumlah rata-rata orang yang dilayani itu ada 700 orang.

Sehingga kalau dilihat rata-rata orang bekunjung satu hari itu 3 sampai 5 orang. Kunjungan ini merupakan kunjungan Puskesmas ketika mereka sakit.

Reynold bilang, ini harus mejadi bahan pemikiran bersama. Ia menyebut, selain kesehatan, ada masalah ekonomi, pendidikan serta perlindungan perempuan dan anak yang menjadi hak masyarakat setempat yang harus dilayani.

Apapun kondisi saat ini, menurut Reynold harus menunggu situasi kembali kondusif serta harus mendapat persetujuan dari kepala daerah.  Menurut Reynold, strategi pelayanan sangat diperlukan karena Mimika ini terdiri dari tiga topografi; pegunungan, dataran rendah, pesisir.  Oleh karena itu, strategi pelayanan menjadi berbeda dengan wilayah yang terdiri dari dataran rendah saja.  “Tentu masih akan ada pelayanan tapi strateginya itu kami akan mengambil dan menerima saran dari berbagai pihak,” pungkasnya. (mww/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Kondisi Fiskal Papua Makin Berat Pasca Pembentukan DOB

Fakhiri menegaskan, penguatan regulasi Otonomi Khusus menjadi penting agar pembangunan di Papua tetap berjalan meski…

5 hours ago

Akhirnya Tiga Warga Australia Dimejahijaukan

Ketiga terdakwa tersebut yakni J. Victor Davis yang merupakan pilot dari  pesawat Piper PA 23-250…

6 hours ago

Sebagian Pelaku dari Luar, Mabes Polri Turun Tangan

Penanganan kasus kerusuhan usai laga Persipura Vs Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, menemukan fakta baru.…

7 hours ago

Tak Hanya Sedih Motor dan Mobil Terbakar, Tapi Juga Beri Dampak Traumatis

Selasa (12/5) pagi kemarin, layanan posko pengaduan masyarakat di Polres Jayapura terlihat sudah didatangi masyarakat…

8 hours ago

Pulau Kimaam Tak Boleh Dikorek Untuk PSN

Dimana pihak perusahaan telah mendapatkan izin operasional dari pemerintah pusat. Tinggal langkah terakhir yaitu meminta…

9 hours ago

Dari Retorika Kebijakan Menuju Aksi Teknis

Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya krusial untuk mengkalibrasi ulang implementasi Otonomi Khusus…

10 hours ago