

Terlihat dua orang petugas SAR sedang berada di tengah laut saat pencarian hari keempat. (Foto: Istimewa).
MIMIKA– Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap satu orang ABK KM. Papua Jaya 02 atas nama Muhammad Royani akhirnya resmi ditutup.
Penutupan operasi SAR ini tepat pada hari keempat pencarian dan berdasarkan evaluasi bersama tim SAR bersama keluarga korban yang diwakili oleh agen pengelola kapal, setelah tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Pelaksana Harian Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika Enos Paung Allo, melalui Kasubsie Operasi dan Siaga SAR Timika Charles Y. Batlajery mengatakan, pencarian ditutup pada Sabtu, 27 April 2024.
Charles menjelaskan, dalam evaluasi bersama tersebut diuraikan bahwa tim SAR gabungan bersama pihak keluarga korban yang diwakili pihak pengelola kapal menggunakan RBB 600 PK milik Basarnas Timika dan dibantu nelayan setempat telah melakukan pencarian korban selama 4 hari.
Pencarian dilakukan dengan menyisir lokasi-lokasi yang dicurigai terdapat korban sesuai SARMAP PREDICTION yang dikirimkan oleh BCC (Basarnas Command Center), namun semua upaya tersebut tidak membuahkan hasil dan tidak menemukan akan tanda-tanda keberadaan korban.
Page: 1 2
Namun, Neeltje bukan sekadar anggota Paskibraka. Pada puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia…
Pesan tersebut disampaikan Deputi Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi…
“Saat datang, Mendagri kasih waktu pengerjaan dua minggu dan paling lambat satu bulan. Namun…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, bersama Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Papua, Susana…
Menurutnya, perhatian khusus perlu diberikan kepada OPD yang menjalankan pelayanan publik secara langsung. “Program-program…
Anggota DPRK Kota Jayapura, Barend Bartolomeus Taniauw atau akrab disapa Barto, mendorong Pemerintah Kota Jayapura…