“Sehingga berdasarkan evaluasi bersama tersebut, diputuskan bahwa operasi SAR diusulkan tutup namun jika kemudian hari ditemukan akan adanya tanda-tanda keberadaan korban maka operasi SAR dapat dibuka kembali,” tulis Charles dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Minggu (28/4/2024).
Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika pada Rabu, 24 April 2024 (siang) melakukan pencarian terhadap satu orang ABK kapal KM. Papua Jaya 02 yang diduga terjatuh dari kapal saat berlayar di perairan sekitaran muara Poumako, Mimika, Papua Tengah.
Pencarian dilakukan berdasarkan laporan dari Pengelola Kapal atas nama Muhammad Royani yang melaporkan hilangnya korban tersebut.
Laporan dari pengelola kapal, pada rabu dini hari sekitar pukul 03.00 satu orang ABK KM. Papua Jaya 02 atas nama Muhammad Royani (43) diduga terjatuh dan tenggelam di perairan Timika saat hendak buang air besar (BAB). (mww)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kehadiran Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dalam kegiatan Latihan Kader Kepemimpinan (LKK) tahun 2026 yang…
Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua melalui Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menyatakan bahwa hingga saat…
Pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait hilangnya sejumlah kendaraan bermotor dengan modus pelaku…
ali Kota Jayapura, Abisai Rollo menegaskan pentingnya penataan administrasi kependudukan di wilayah Distrik Muara Tami…
Bupati Thomas mengatakan, kehadiran gubernur dalam peresmian Rumah Jew merupakan penghormatan lantaran itu kesempatan langkah.…
Rapat tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penegasan batas daerah antara Kabupaten Jayapura dan Kabupaten…