

Massa yang bergerak menuju ke Kantor DPRK Mimika dari Jalan Budi Utomo, dalam rangka Aksi Damai Untuk Kemanusian, Rabu (17/12), (Foto: Cenderawasih Pos/Moh. Wahyu Welerubun).
MIMIKA – Pengungsian di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah kini semakin tidak terkendali pasca adanya aksi penyisiran anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada tanggal 10 Desember 2025 lalu.
Kondisi ini menyebabkan banyak masyarakat di sana yang harus rela meninggalkan rumah, kebun, ternak dan berbagai aktivitas sosial lainnya. Mereka harus rela menyambut hari lahir Yesus Kristus di tahun 2025 dengan rasa takut yang tak berujung.
Atas kondisi itu, aliansi masyarakat di Mimika yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Jila (SPJ) menggeruduk kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika untuk menuntut beberapa hal terkait situasi dan kondisi yang saat ini berlangsung di Distrik Jila.
Aksi dengan nama “Aksi Damai Untuk Kemanusiaan” yang didedikasikan untuk masyarakat Distrik Jila itu, diawali dengan long march dari bundaran Timika Indah di Jalan Budi Utomo pada pukul 08.30 WIT menuju ke Jalan Cenderawasih dan berakhir di Kantor DPRK untuk memulai aksi.
Pantauan media ini, sekitar pukul 10.46 WIT massa pun tiba di halaman depan gedung kantor DPRK Mimika dan langsung diterima oleh Ketua Komisi II DPRK Mimika Dolfin Beanal beserta jajarannya. Dalam kesempatan itu, para orator meneriakkan seruan penarikan militer dari Distrik Jila, baik pasukan organik maupun non-organik.
“TNI Polri segera tarik militer yang ada di atas di Distrik Jila, segera! Kami ingin rayakan Natal dengan situasi yang aman, damai, tentram,” teriak seorang orator. “Kami bukan musuh negara, kami warga negara, kami tidak ingin hidup ketakutan di atas tanah sendiri,” sambungnya.
Massa aksi juga mendesak agar Bupati dan Wakil Bupati Mimika tidak menutup mata terkait dengan persoalan ini sementara ini terjadi di Distrik Jila. Mereka menyebutkan bahwa Jila yang sebelumnya aman dan kondusif berubah menjadi wilayah yang mencekam setelah adanya peristiwa 10 Desember 2025 lalu.
Page: 1 2
Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…
Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…
Peristiwa kebakaran yang terjadi sekira pukul 15.45 WIT tersebut menghanguskan sedikitnya 10 petak rumah warga.…
Langkah-langkah strategis ini telah mendapat lampu hijau dan penguatan langsung dari Presiden. "Kami melaporkan kepada…
Komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak ini, diwujudkan Kanwil Ditjenpas melalui kegiatan sosialisasi…