

Ilustrasi. (CEPOSONLINE.COM/Radar Bojonegoro)
MIMIKA – Efisiensi anggaran yang kini diberlakukan di era kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menjadi suatu kebijakan yang harus diprioritaskan oleh seluruh elemen pemerintahan mulai dari pusat hingga daerah.
Akibat efisiensi anggaran, banyak program-program pemerintah baik yang sudah direncanakan hingga yang tinggal menunggu untuk dieksekusi harus disesuaikan dengan kebijakan tersebut tanpa terkecuali.
Kepala DP3AP2KB Kabupaten Mimika, Priska Kum menerangkan, kebijakan efisiensi anggaran tidak begitu berdampak pada program penanganan stunting di Kabupaten Mimika khususnya pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang saat ini ia pimpin.
Alasannya karena anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang disalurkan langsung oleh Pemerintah Pusat melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebesar kurang lebih Rp100 juta.
Selain itu, juga bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 yang dikelola DP3AP2KB sebesar Rp1 milliar. “Sepertinya (efisiensi) tidak (berdampak) sih, sama saja seperti tahun lalu,” kata Priska Kum saat ditemui Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, Jumat (16/5/2025).
Page: 1 2
Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…
Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…
Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…
Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…
Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…
Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…