Mantan Rektor Uncen ini juga mengajak para sarjana Katolik untuk tidak perlu mengikuti kegiatan -kegiatan yang tidak memberikan manfaat bagi masyarakat, gereja, pemerintah, bangsa dan negara.
‘’Ikut menyebarkan berita-berita yang bohong, membully sesama kita. Itu bukan rana intelektual. Rana intelektuial adalah profesoionalisme. Karena sarjana itu saint sekaligus engenering. Saint itu ilmuan. Dia mempelajari apa yang ada di alam. Sedangakn engenering adalah inovator. Dia mengkreasikan sesuatu yang belum ada di alam,’’ jelasnya.
‘’Seorang sarjana tidak pergi kumpul-kumpul duduk membicarakan orang punya kelemahan dan kekurangan. Itu bukan rana sarjana. Karena sarjana, intelektual. Cendikia. Dia memberikan konstribusi positif dari hasil pemikirannya, ide-ide dan gagasannya,’’ lanjutnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Kehadiran Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dalam kegiatan Latihan Kader Kepemimpinan (LKK) tahun 2026 yang…
Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua melalui Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menyatakan bahwa hingga saat…
Pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait hilangnya sejumlah kendaraan bermotor dengan modus pelaku…
ali Kota Jayapura, Abisai Rollo menegaskan pentingnya penataan administrasi kependudukan di wilayah Distrik Muara Tami…
Bupati Thomas mengatakan, kehadiran gubernur dalam peresmian Rumah Jew merupakan penghormatan lantaran itu kesempatan langkah.…
Rapat tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penegasan batas daerah antara Kabupaten Jayapura dan Kabupaten…