

Tim SAR sedang melakukan pencarian terhadap nelayan yang hilang Jumat (1/11) kemarin. (FOTO:Istimewa)
MIMIKA – Seorang nelayan atas nama Mansur (45) dilaporkan hilang kontak saat mencari ikan di perairan Nusa Ulan, Distrik Buruwai, Kabupaten Kaimana sejak tanggal 30 Oktober 2024 lalu.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna mengatakan, pihak keluarga telah berusaha melakukan pencarian namun belum membuahkan hasil. Mereka kemudian melaporkannya ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, melalui Pos Pencarian dan Pertolongan Kaimana.
Kemudian, pada Kamis 31 Oktober 2024, tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika melalui melalui Pos Pencarian dan Pertolongan Kainama langsung diberangkatkan melakukan pencarian.
“Menerima laporan tersebut langsung memberangkatkan tim SAR gabungan dari Pos Pencarian dan Pertolongan Kaimana menggunakan RIB 400 PK melakukan penyisiran di lokasi yang dicurigai menjadi tempat nelayan tersebut mencari ikan,” kata I Wayan, Jumat (1/11) kemarin.
I Wayan melanjutkan, pencarian yang berlangsung hingga pukul 18.30 WIT tersebut belum membuahkan hasil. Kata I Wayan, sampai saat ini, belum diketahui nasib dan keberadaan nelayan yang hilang tersebut. Namun, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian di hari kedua ini. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Fakhiri menegaskan, penguatan regulasi Otonomi Khusus menjadi penting agar pembangunan di Papua tetap berjalan meski…
Ketiga terdakwa tersebut yakni J. Victor Davis yang merupakan pilot dari pesawat Piper PA 23-250…
Penanganan kasus kerusuhan usai laga Persipura Vs Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, menemukan fakta baru.…
Selasa (12/5) pagi kemarin, layanan posko pengaduan masyarakat di Polres Jayapura terlihat sudah didatangi masyarakat…
Dimana pihak perusahaan telah mendapatkan izin operasional dari pemerintah pusat. Tinggal langkah terakhir yaitu meminta…
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya krusial untuk mengkalibrasi ulang implementasi Otonomi Khusus…