

Salah satu anggota brigade pangan menandatangani berita acara pengukuhan Brigade Pangan di Merauke, Jumat (1/11) kemarin. (FOTO: Sulo/Cepos)
MERAUKE – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke bekerjasama dengan Korem 174/ATW mengkukuhkan 214 orang Brigade Pangan yang tersebar di 6 distrik Sentra Produksi Pangan. Apel Pengukuhan Brigade Pangan ini dilakukan di lapangan Makorem 174/ATW.
Danrem 174/ATW Brigjen TNI Andy Setyawan mengatakan, brigade pangan ini sebagai upaya mewujudkan percepatan pembangunan pertanian perdesaan yang berkualitas dengan mendayagunakan sumber daya lokal secara mandiri untuk kebersamaan di bidang pertanian sehingga dipandang perlu dilakukan penguatan kelembagaan untuk kesejahteraan petani dengan membentuk brigade pangan.
Dikatakan, dalam rangka meningkatkan produksi beras nasional melalui peningkatan produktivitas dan indeks pertanaman (IP), pemerintah telah membangun infrastruktur dasar melalui Program Optimalisasi Lahan Rawa (OPLAH) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR).
Disisi lain, pemerintah juga berupaya meningkatkan partisipasi generasi millennial di sektor pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan dengan maksud melakukan regenerasi petani, menyediakan lapangan kerja menghadapi bonus demografi dan melibatkan SDM unggul dalam implementasi pertanian modern.
Brigjen TNI Andy Setyawan berharap kehadiran Brigade Pangan di Kabupaten Merauke mampu melaksanakan pembentukan dan proses bisnis brigade pangan mendukung pertanian modern berbasis tanaman padi lokasi Oplah dan CSR. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…