

Kondisi terkini gedung Pasar Tradisional Mapurujaya. (Foto: CENDERAWASIH POS/MOH. WAHYU WELERUBUN).
MIMIKA- Pemerintah Kabupaten Mimika berencana menghidupkan kembali Pasar Tradisional Mapurujaya di Distrik Mimika Timur. Langkah ini diambil untuk menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat setempat yang sempat lumpuh. Pasar tersebut kini telantar. Aktivitas perdagangan terhenti total selama hampir satu tahun, justru setelah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika selesai melakukan renovasi.
Kondisi fasilitas publik itu saat ini sangat memprihatinkan. Bangunannya tampak kosong, kotor, dan tidak terawat seperti gedung tak berpenghuni. Padahal, pemerintah daerah sebelumnya sudah mengucurkan anggaran untuk perbaikan fisik, termasuk menimbun halaman parkir pasar. Namun, operasional pasar hanya berjalan seumur jagung.
Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan komitmennya untuk menghentikan siklus pemborosan anggaran ini. Ia menyoroti kebiasaan buruk pemerintah yang terus melakukan renovasi tahun demi tahun tanpa ada pemanfaatan yang jelas.
“Jadi kita harapkan dalam waktu dekat ini semua jalan, saya akan buat rapat koordinasi minggu depan untuk langsung kita selesaikan ini. Yang pertama pengamanan harus kita siapkan di sini (Pasar Mapurujaya) untuk kita cepat dan tetap harus jaga,” kata Johannes saat ditemui wartawan, Sabtu, (30/5).
Page: 1 2
Menurut Andri, pelatih sebelumnya Rahmad Darmawan tampil cukup baik musim lalu. Mengantarkan Persipura hingga babak…
Ini bukan kali pertama Alfredo dan Andri bekerjasama. Keduanya bahkan sudah sama-sama sudah menjadi pelatih…
Sementara suplay air yang diharapkan dari Sungai Maro belum dapat dilakukan secara optimal dikarena saluran…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan dalam pelaksanaan pengecekan CASN yang berjumlah 800 orang…
Menurut Amelia, terdapat sejumlah ketentuan yang menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan penerimaan siswa baru tahun…
Menurutnya, keberadaan SMP Negeri Satu Atap Ebungfau sangat penting karena jumlah peserta didik terus mengalami…