

Salah seorang penumpang pesawat saat menjalani pemeriksaan dengan layanan Genose untuk mendeteksi Covid-19 di Bandara Sentani, Selasa (27/4). ( FOTO: Robert Mboik Cepos)
SENTANI-Bandara Sentani secara resmi telah membuka layanan pemeriksaan atau alat deteksi Covid-19 menggunakan layanan Genose sejak Rabu (21/4).
Hampir sepekan sejak dibuka untuk umum, para penumpang pesawat yang menggunakan alat ini mulai meningkat meskipun tidak terlalu signifikan.
“Sejak pertama dibuka sampai saat ini, penggunaan alat tersebut sudah mulai meningkat,”kata Humas Angkasa Pura 1 Bandara Sentani, Surya Eka, ketika dikonfirmasi media ini, Selasa, (27/4) kemarin.
Meski begitu, kata dia, pelayanan Genose itu masih digunakan para penumpang pesawat yang hendak bepergian ke luar Papua. Dengan kata lain, penumpang pesawat yang melakukan perjalanan di dalam wilayah Papua atau intra Papua belum mendapatkan izin dari pemerintah Provinsi Papua, dalam hal ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua.
“Kami sudah kirim surat ke pemerintah, tetapi belum ada tanggapan,” katanya lagi.
Dia mengatakan, terkait izin kegunaannya dari pemerintah pusat melalui Dirjen Perhubungan Udara sebenarnya sudah ada. Sebagai tindak lanjut dari itu, pihaknya juga perlu memberitahukan kepada Pemerintah Provinsi Papua bahwa layanan Genose Covid-19 sudah dibuka untuk umum di Bandara Sentani. Pihaknya berharap agar dengan kehadiran alat ini, aksesbilitas masyarakat di Jayapura dapat dipermudah.
“Khususnya penerbangan di Bandara Sentani, bisa menggunakan fasilitas ini. Karena selain lebih murah, muda dan hasil tesnya yang lebih cepat diperoleh. Oleh karena itu, kita mohon dukungan dan arahan dari pemerintah Papua terkait tersedianya fasilitas GeNose Covid-19 di Bandara Sentani,”tandasnya.(roy/tho)
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…