

Alphius Toam ( FOTO: Robert Mboik Cepos)
SENTANI- Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jayapura yang juga menjabat sebagai Kepala Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Jayapura, Alphius Toam meminta para kontraktor atau pihak ketiga yang selama ini menangani pekerjaan rumah bantuan bencana banjir bandang di segmen 2 dan segmen 3, segera menyelesaikan pekerjaan rumah bantuan itu dalam kurun waktu 1 bulan ke depan. Pasalnya sesuai dengan permintaan BNPB melalui Bupati Jayapura, pekerjaan rumah ini harus sudah diserahkan pada April tahun ini.
“Tinggal sebulan lagi pekerjaan rumah bantuan bencana ini harus sudah selesai. Sehingga kami minta harus segera diselesaikan ,” kata Alphius Toam, di Sentani, Sabtu (26/3).
Dia mengatakan, sesuai dengan data yang sudah dilakukan oleh pihaknya sebelumnya. Ada sekitar 600 unit rumah yang belum dikerjakan dengan baik atau belum selesai dikerjakan oleh pihak ketiga. Namun dari data terbaru dipastikan data rumah yang belum diselesaikan dengan baik oleh pihak ketiga ini lebih dari 600 unit .
“Itu yang terdata tetapi untuk jumlah yang belum dikerjakan itu sebenarnya lebih dari 600 unit dan itu tersebar di beberapa kampung,”ujarnya.
Pihaknya sangat menyayangkan aksi tidak terpuji yang dilakukan oleh sejumlah oknum pengusaha lokal yang tidak menunjukkan tanggung jawab terkait dengan pekerjaan rumah yang sudah dikontrakkan dengan pemerintah Kabupaten Jayapura melalui BPBD Kabupaten Jayapura.
“Pemerintah tidak kasih kerja, kamu teriak-teriak, sekarang giliran sudah kasih ada yang tinggalkan pekerjaan dengan kondisi tidak selesai,” katanya.
Karena itu pihaknya meminta sejumlah pengusaha yang sudah menyelesaikan pekerjaannya supaya membantu pemerintah menyelesaikan pekerjaan itu. Tinggal nanti akan dihitung berapa sisa pekerjaan yang harus dibayarkan oleh pemerintah Kabupaten Jayapura.
“Kami sudah minta beberapa teman-teman pengusaha yang sudah menyelesaikan pekerjaannya, untuk membantu menyelesaikan pekerjaan yang tersisa. Dengan catatan nanti tinggal dihitung berapa yang harus dibayar dari sisa pekerjaan itu,”tandasnya.(roy/ary)
Tindakan tidak terpuji terjadi di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Seorang pria berinisial AK (31)…
Enam bulan pertama Tahun 2026 menjadi periode yang sarat tantangan bagi Kepolisian Daerah (Polda) Papua.…
Dalam video berdurasi kurang dari dua menit itu, tampak kendaraan operasional Dinas Lingkungan Hidup dan…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan mengatakan hingga saat ini proses hukum terhadap kasus tersebut…
Sebagian kebiasaan tersebut telah menjadi rutinitas sehari-hari sehingga sering dianggap aman. Padahal, jika dilakukan terus-menerus,…
Berdasarkan data yang diungkapkannya, total biaya pelatihan untuk satu orang calon manajer koperasi mencapai angka…