Selain itu, Kelasina menekankan pentingnya variasi menu agar siswa tidak bosan, serta pengantaran makanan yang higienis dan tepat waktu. Ia berharap lembaga pengelola MBG tetap profesional dan menjaga standar kualitas.
“Syukur, selama ini sekolah kami tidak mengalami kendala seperti di daerah lain. Tidak ada kasus makanan basi atau keracunan. Kami berharap kualitas ini terus dipertahankan agar manfaat MBG benar-benar dirasakan anak-anak,” tambahnya.
Program MBG di SMPN 2 Sentani menjadi contoh nyata bagaimana gizi yang baik dapat mendorong kualitas pendidikan, kesehatan, dan semangat belajar generasi muda Papua.(dil/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Koordinator Pos SAR Sarmi, Yohanis Muay, menjelaskan bahwa penghentian operasi dilakukan sesuai dengan prosedur dan…
ETLE Drone ini mulai dioperasikan pada Januari 2026 oleh Subdirektorat Penindakan dan Penegakan Hukum (Subdit…
"Kami jelaskan, stok komoditas beras Bulog di seluruh tanah air. Jadi total stok beras Bulog…
Umar menjelaskan, dalam UU ITE yang baru dipertegas mengenai batasan substansial tentang jenis kebohongan digital…
Ironisnya, lonjakan kebocoran data justru terjadi setelah diberlakukannya Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan…
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa dirinya belum memutuskan atau menyetujui kenaikan gaji…