Selain itu, Kelasina menekankan pentingnya variasi menu agar siswa tidak bosan, serta pengantaran makanan yang higienis dan tepat waktu. Ia berharap lembaga pengelola MBG tetap profesional dan menjaga standar kualitas.
“Syukur, selama ini sekolah kami tidak mengalami kendala seperti di daerah lain. Tidak ada kasus makanan basi atau keracunan. Kami berharap kualitas ini terus dipertahankan agar manfaat MBG benar-benar dirasakan anak-anak,” tambahnya.
Program MBG di SMPN 2 Sentani menjadi contoh nyata bagaimana gizi yang baik dapat mendorong kualitas pendidikan, kesehatan, dan semangat belajar generasi muda Papua.(dil/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Partisipasi pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dalam Festival Sagu yang diselenggarakan oleh Kementerian…
Cuaca ekstrem di dataran Kabupaten Mimika, Papua Tengah memicu tanah longsor yang memutus akses vital…
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen, menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan situasi keamanan…
Kertua Komisi II DPR Provinsi Papua Selatan Yulians Charles Gomar memberikan tanggapan terkait dengan persoalan…
Nah, di grup barat saat ini Garudayaksa memimpin klasemen dengan 49 poin, sementara Adhyaksa menguntit…
Larangan membawa HP ke sekolah tersebut, lanjut dia, karena anak-anak tidak akan fokus belajar terlebih…