

Wakil Bupati Jayapura Haris R. Yocku turun langsung buka palang di SD Negeri Dunlop, Rabu (22/4).(foto:Protokoler for Cepos)
SENTANI – Wakil Bupati Jayapura, Haris R. Yocku, turun langsung meninjau sekaligus menangani aksi pemalangan sekolah oleh masyarakat adat di wilayah Dunlop, yang merupakan lokasi pemindahan dari SD Yabaso.
Ia menjelaskan, pemalangan telah berlangsung selama satu hingga dua hari dan sempat mengganggu aktivitas belajar, khususnya bagi siswa kelas VI yang akan menghadapi ujian. “Saya diperintahkan Bupati untuk turun langsung mengecek kondisi di lapangan dan memastikan anak-anak tetap bisa mengikuti ujian,” ujarnya.
Sebelumnya, upaya koordinasi telah dilakukan oleh pihak Dinas Pendidikan, namun belum membuahkan hasil. Wabup kemudian berkomunikasi langsung dengan pihak keluarga pemilik hak ulayat agar memberikan kelonggaran bagi siswa untuk tetap bersekolah.
Dalam pertemuan di lokasi, Wabup bersama masyarakat dari suku Taime dan Kopeu membahas persoalan utama yang melatarbelakangi aksi palang, yakni sengketa kepemilikan lahan.
Ia menegaskan, pemerintah tidak dapat melakukan pembayaran ganti rugi tanpa adanya dokumen sah berupa sertifikat kepemilikan tanah. Hal tersebut penting karena penggunaan anggaran negara harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. “Kami tidak bisa membayar tanpa dasar hukum yang jelas. Kalau tidak ada sertifikat resmi, itu berisiko bagi pemerintah,” tegasnya.
Page: 1 2
Setelah melewati satu musim penuh kompetisi, Arthur akhirnya merasakan langsung bagaimana atmosfer sepak bola di…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…
Fenomena astronomi langka Blue Moon atau Bulan Biru diprediksi akan kembali terjadi dalam waktu dekat.…
Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X Jayapura berhasil mengungkap lima kasus tindak pidana narkotika jenis…
Kepala Kampung Warembori, Steven Samber, meminta Pemerintah Provinsi Papua melanjutkan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih…
Harga tomat yang biasanya berada di kisaran normal kini menembus Rp 45.000 - 60.000 per…