Categories: SENTANI

Aniaya Anak dan Istri  hingga Tewas

JAYAPURA – Kejadian  mengerikan terjadi di Kampung Benyom,  Distrik Nimbokrang,  Kabupaten Jayapura Jumat (21/7) siang kemarin. Seorang ibu dan anaknya tewas usai dibacok sang suami atau ayah sang anak. Pelaku berinisial MK yang diduga memiliki  gangguan kejiwaan ini langsung kabur  usai membacok keduanya.  Kepolisian Resor Jayapura saat ini tengah melakukan pengejaran.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Benny Ady Prabowo mengatakan bahwa peristiwa tragis ini melibatkan korban bernama Wandingen Kekri dan Roheni, yang merupakan istri dan anak sambung dari pelaku berinisial MK.  “Lagi dilakukan pengejaran oleh anggota Polres Jayapura,” singkat Kabid Humas.

Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, menjelaskan kronologi kejadiannya  dimana menurut keterangan saksi FW,  saat itu kedua korban baru saja datang dari Sentani. Setiba di rumah di Kampung Benyom, pelaku tiba-tiba marah dan mengambil parang di ruang tengah. \

“Dengan parang tersebut, kemudian pelaku menganiaya Wandingen Kekri di bagian kepala. Saksi yang melihat kejadian tersebut langsung mengamankan dan membawa korban ke Puskesmas Nimbokrang,” ucapnya.

Kapolres melanjutkan, setelah itu, pelaku mengejar Roheni ke jalan dan langsung menganiaya korban dengan parang di bagian leher dan mulut, yang menyebabkan korban meninggal dunia di tempat. “Aparat kepolisian yang mengetahui kejadian tersebut langsung menuju ke TKP dan selanjutnya membawa Roheni yang tergeletak di jalan ke Puskesmas Nimbokrang,” beber Kapolres.

Ia menambahkan, pelaku berhasil melarikan diri sebelum aparat tiba di TKP dan saat ini aparat tengah melakukan penelusuran guna mencari keberadaan pelaku. Diketahui pelaku sudah pernah melakukan tindakan penganiayaan pada tahun 2013 dan telah dilakukan proses hukum, namun pelaku diduga mengalami gangguan jiwa.

Saat ini sedang dilakukan upaya penangkapan terhadap pelaku guna menghindari adanya korban selanjutnya mengingat pelaku beberapa kali melakukan hal yang sama terhadap warga maupun pengendara yang melintas.

Situasi ini menuntut upaya maksimal dari aparat kepolisian untuk menangani kasus ini secara cepat dan menyeluruh demi keamanan masyarakat. “Kami juga mengantisipasi jangan sampai masyarakat yang merasa tidak nyaman justru menghakimi pelaku,” tutupnya. (ade/ary)

newsportal

Recent Posts

Wali Kota: SPMB di Sekolah Negeri Gratis!

Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…

11 hours ago

Tuntutan 13 Tahun Penjara Agar Ada Efek Jera

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…

12 hours ago

MRP Kecewa, Tak Bisa Bertemu Bupati dan Wabup Jayapura

Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…

12 hours ago

Besok, Wapres Dijadwalkan Kunjungi Asmat

Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…

13 hours ago

Pemerintah Jangan Korbankan Tanah Adat

Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…

13 hours ago

6 SPPG Mimika yang Dibekukan Segera Beroperasi Kembali

​Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…

14 hours ago