

Sekda Hanna Hikoyabi memimpin rapat dengan sejumlah masyarakat adat pemilik tanah jalan lintas pasar Phara Sentani, Rabu (20/4). (FOTO: Robert Mboik Cepos)
SENTANI- Pemerintah Kabupaten Jayapura memulai melakukan pembayaran ganti rugi tanah yang kini sudah dibangun yaitu Jalan Lintas Pasar Phara Sentani. Tanah ini diklaim oleh dua suku besar yakni Marga Felle dan Kalem.
Untuk menuntaskan tuntutan masyarakat pemilik ulayat terkait ganti rugi lahan tersebut, pemerintah sudah membayar dengan menyicil alias tidak sekaligus. Belum diketahui secara pasti berapa yang harus dikeluarkan oleh Pemkab Jayapura untuk menebus jalan pasar yang panjangnya sekitar 4000-an m2. “Kita bayar tahap kedua, tadi kita bayar Rp 2 miliar lebih,ungkap Sekda Hanna Hikoyabi.
Pembayaran ini dilakukan pemerintah setelah sebelumnya masyarakat adat melakukan pemalangan akses jalan sehingga tidak bisa dilalui.
Dikatakan, pembayaran tanah dilakukan dengan cara dicicil karena pemerintah masih mengalami keterbatasan anggaran. “Jadi kita bayarnya bertahap. Jadi tuntutan mereka kita selesaikan secara bertahap,” ujarnya.
Selanjutnya pembayaran ini akan dilakukan dengan menggunakan anggaran APBD Kabupaten Jayapura.
“Tadi sudah disepakati untuk tahap pertama ini dibayarkan dengan anggaran tahun ini. Sedangkan sisanya akan diperhitungkan kembali untuk pembayaran tahun berikut,” ujarnya. (roy).
Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…
IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…
Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…
Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…
Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…
Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…