

Yunus Wonda (foto;Yohana/Cepos)
SENTANI – Rencana Pemerintah Kabupaten Jayapura menjalankan program pembinaan bagi warga yang terjerat kebiasaan mengonsumsi minuman keras (miras) masih menuai pro dan kontra di tengah masyarakat.
Program yang direncanakan bekerja sama dengan Rindam XVII/Cenderawasih tersebut mendapat penolakan dari sejumlah pihak, mulai dari keluarga, gereja hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Meski demikian, Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menegaskan pemerintah tetap akan mengkaji dan mempersiapkan program tersebut. Menurutnya, setiap kebijakan baru memang tidak selalu langsung diterima semua pihak.
“Untuk memulai sesuatu kegiatan memang sering mendapatkan penolakan, khususnya dalam program pembinaan orang mabuk. Namun, kami tetap akan melaksanakan program tersebut,” ujar Yunus.
Ia mengakui, pro dan kontra terhadap rencana tersebut bukan hanya datang dari keluarga warga yang akan menjadi sasaran pembinaan, tetapi juga dari pihak gereja, LSM dan sejumlah elemen masyarakat lainnya.
Page: 1 2
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menegaskan partainya telah menetapkan sikap untuk mendukung…
Menurut Rocky, polemik pendidikan Gibran tidak bisa dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, sikap negarawan…
Beberapa poin yang dipersoalkan oleh pelapor terdiri atas proses penerbitan PKPU Nomor 19 Tahun 2023…
Nerlince mengatakan, pembayaran ganti rugi atas lahan tersebut sudah berlangsung beberapa tahun oleh Pemerintah…
Menurut Fakhiri, pembangunan Papua tidak dapat hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi.…
Menurut Mote, konektivitas menjadi kebutuhan penting untuk membuka akses masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan di Waropen.…