“Pemeriksaan akan dilakukan secara masif untuk seluruh masyarakat di Kabupaten Jayapura. Setiap kegiatan yang melibatkan banyak orang akan kami tempatkan kader malaria maupun petugas puskesmas untuk melakukan pemeriksaan,” katanya.
Ia menyebut strategi penanganan malaria dilakukan melalui pendekatan “Temukan, Obati, Kendalikan (Token)”.
“Temukan sebanyak mungkin kasus melalui pemeriksaan, langsung diobati, lalu dikendalikan. Pengendalian ini berkaitan dengan vektor dan kebersihan lingkungan,” jelasnya.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura mencatat hingga triwulan pertama 2026 jumlah pemeriksaan malaria mencapai 130.450 orang dengan 19.542 kasus positif hingga April 2026. Sementara sepanjang 2025 tercatat sekitar 71 ribu kasus malaria di Kabupaten Jayapura. Dalam upaya pemberantasan malaria, Dinkes Kabupaten Jayapura juga melibatkan sekitar 300 kader malaria yang didukung pendanaan dari mitra dan APBD melalui dana otsus. Wilayah dengan target pemeriksaan tertinggi berada di Sentani, Waibu, Sentani Timur, Harapan, dan Kemtuk karena jumlah penduduk yang besar.(ana/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) menggelar tatap muka bersama para wajib pajak…
Setelah melewati satu musim penuh kompetisi, Arthur akhirnya merasakan langsung bagaimana atmosfer sepak bola di…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…
Fenomena astronomi langka Blue Moon atau Bulan Biru diprediksi akan kembali terjadi dalam waktu dekat.…
Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X Jayapura berhasil mengungkap lima kasus tindak pidana narkotika jenis…
Kepala Kampung Warembori, Steven Samber, meminta Pemerintah Provinsi Papua melanjutkan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih…